Dosa dalam Cinta
Namun, di tengah pusaran kehancuran itu, hanya satu wajah yang memenuhi pikirannya: Sekar.
Sekar berdiri di hadapannya, napasnya berat, matanya merah, bukan hanya karena amarah, tetapi juga karena luka yang terpendam. Gaun tempurnya compang-camping, rambutnya kusut, wajahnya kotor oleh jelaga dan darah, namun matanya tetap tajam, seperti bilah pisau yang berkilat di kegelapan. Mereka saling memandang—dua jiwa yang terperangkap di antara cinta yang belum padam dan dendam yang membakar segalanya.
Hot Chapters