Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menyelamatkanmu (Sebelum Kelahiran)

Menyelamatkanmu (Sebelum Kelahiran)

Klaifky. Kediaman Hamarr Pukul 07.00 Bangunan terbengkalai dengan dinding beton kokoh mencoba melambaikan tangan kearahku dan berusaha mengingatkan bagaimana kejamnya para penghuni sebelumnya yang dengan tega memperlakukan dua anak laki-laki tak berdosa dengan begitu buruk sehingga salah satu dari mereka harus mati bunuh diri. Menghembuskan nafas. 'Hah!'
4.7K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as before the dawn
Read
+Library
AURORA

AURORA

Dia mendongak menatap horizon yang berwarna biru gelap, “Pelajaran selanjutnya. Kau akan mendapatkan alarm secara otomatis ketika fajar akan tiba sebentar lagi. Dan itu adalah waktu yang tepat untukmu mempersiapkan diri untuk tidur.” “Tidur? Kita benar-benar makhluk nokturnal?” tanyaku menatapnya terkejut. “Aku pikir Seraphie bisa beraktivitas di siang hari karena lebih unggul dari Vampir. Ternyata sama saja, ya?”
106.0K viewsOngoingAdded to Library 204 Times as before the dawn
Read
+Library
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Ia mengucap doa dalam hati bahwa ia tak akan mengecewakan Eleanore lagi. Ele mengerang dalam tidurnya. Ia melepaskan rangkulannya pada leher Van dan menariknya ke atas. Gadis itu kembali menggeliat. Dengan perlahan-lahan, bulu mata lentik itu mulai terbuka, menampilkan obsidian kembar indahnya yang kosong tak bercahaya. “Good morning, Ele.” Ele mengerjap beberapa kali sebelum mengangkat kepalanya memandang Van.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as before the dawn
Read
+Library
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Pada jam belajar mandiri sore hari itu, aliran listrik di kelas mendadak padam hingga membuat ruangan jatuh ke dalam kegelapan total. Para murid spontan memekik pelan dan suasana menjadi agak riuh. Di tengah kegelapan tersebut, dengan memanfaatkan bias cahaya bulan yang samar dari luar jendela, Shania dapat melihat dengan jelas bahwa Yuga memiringkan tubuhnya, lalu dengan tepat menemukan bibir Velen dan menciumnya. Pada detik itu, jantung Shania rasanya seperti langsung membeku, bahkan napasnya pun ikut terhenti.
9.4K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as before the dawn
Read
+Library
Sadena

Sadena

Sinar mentari pagi menyusup masuk dari celah gorden, membuat kedua insan yang masih bergelung dalam selimut itu mulai terjaga. Sadena mengerjapkan matanya berulang kali demi mengumpulkan kesadarannya, kala nyawanya sudah penuh, barulah laki-laki tampan itu bangun dan menggeliat sebentar. Menengok ke samping, Sadena terkekeh geli melihat Selin yang masih tidur nyenyak seolah dunia ini tidak pernah pagi.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as before the dawn
Read
+Library
Unexpected Night

Unexpected Night

gumamnya seraya tersenyum. “Apa kau bermimpi buruk?” Arlene menggeleng. “Pukul berapa ini? Sejak kapan kalian terbangun?” “5, 25 menit yang lalu.” Hening cukup lama, Liam menoleh ke arah balkon kamar, pagi ini cukup dingin karena semalaman hujan rintik. Ia menurunkan pandangannya pada Arlene, gadis itu hanya diam melamun seakan mendapatkan tempat ternyaman untuk bangun dari tidurnya. Ini bagian dari Arlene yang sangat ia suka yaitu wajah bangun tidur, terlihat sangat alami tanpa riasan. Wajahnya putih, bibirnya merah muda alami dan terlihat agak tebal.
9.7121.5K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as before the dawn
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Darren menggeleng pelan, ia tak boleh menyerah untuk membangunkan Nuha mengingat suara azan pun telah berhenti. Darren menggelitik leher Nuha hingga ia bangun dengan sedikit memekik kaget. “Mas! Jahil!” gumam Nuha sembari mengucek mata sembabnya. Darren membantu Nuha untuk bersandar sejenak pada kepala ranjang. “Sudah magrib, Sayang,” “Apa? Magrib? Mas kenapa tidak membangunkan aku?” protes Nuha membuat Darren terkekeh pelan.
10147.2K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as before the dawn
Read
+Library
Sebelum Tiga Tahun

Sebelum Tiga Tahun

Debur ombak terdengar lembut, berpadu dengan hembusan pendingin ruangan dan hela napas satu sama lain yang perlahan semakin teratur. *** Hari keempat itinerary seharusnya dimulai dengan Tala menikmati sunrise. Namun, realitanya, ia justru terbangun pukul setengeah sepuluh pagi dalam posisi masih dipeluk Geza. Si morning person itu rupanya ikut terbawa arus malas-malasan Tala dan memilih bangun lebih siang. “Mas, udah siang,” gumam Tala.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as before the dawn
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

ucap Nyridia. “Dia juga pasti istirahat,” jawab Seth dengan tenang. “Kalau dia tidak istirahat—paling tidak, kudanya yang butuh istirahat.” “Masuk akal,” jawab Nyridia. Tim Elite mulai memasang tenda; Tim Eria menyiapkan makan malam. Mereka beristirahat sampai matahari terbit di keesokan harinya. *** Meski berada di tempat yang berbeda, langit akan tetap sama. Pilav sudah kembali menunggangi kuda miliknya setelah istirahat.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as before the dawn
Read
+Library
Aftermath

Aftermath

Ia berharap segera sampai tujuan, sebelum terjebak hujan di tengah perjalanan. Jihan terbangun dengan rasa sakit luar biasa yang menghantam kepalanya. Pikirannya menjadi sedikit linglung. Dan yang terparah, ia seakan buta waktu. Sudah pagi, kah? Saat tirai jendela kamar disibakkan, yang tertangkap oleh pandangan matanya hanya suasana gelap. Benaknya berpendapat, mungkin fajar belum menyingsing.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as before the dawn
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status