Unexpected Night
gumamnya seraya tersenyum.
“Apa kau bermimpi buruk?”
Arlene menggeleng. “Pukul berapa ini? Sejak kapan kalian terbangun?”
“5, 25 menit yang lalu.”
Hening cukup lama, Liam menoleh ke arah balkon kamar, pagi ini cukup dingin karena semalaman hujan rintik. Ia menurunkan pandangannya pada Arlene, gadis itu hanya diam melamun seakan mendapatkan tempat ternyaman untuk bangun dari tidurnya. Ini bagian dari Arlene yang sangat ia suka yaitu wajah bangun tidur, terlihat sangat alami tanpa riasan. Wajahnya putih, bibirnya merah muda alami dan terlihat agak tebal.