Suamiku Mualaf Kaya Raya
Yudha kembali tersenyum dan mengecup lembut pucuk kepala Rahma, lalu menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
"Aku sudah katakan tadi, rumah angker, horor dan ada hantunya," goda Yudha yang membuat Rahma memajukan bibirnya beberapa centimeter.
"Mas, aku serius bertanya."
"Aku juga memberi jawaban yang sebenarnya. Bukankah katanya rumah keluarga suami adalah rumah paling angker, terhoror dan menakutkan?" Jawab Yudha santai.
"Jadi kita akan pindah ke sana?" Sahut Rahma. Ada rasa enggan yang Yudha baca dari sikap Rahma saat ini.
Hot Chapters