Ujian sebelum Akad
"Entahlah, pak. Sepertinya...Ini dilema semua orang yang akan menikah. Tiba-tiba saja galau. Takut salah pilih. Ada pertanyaan dalam diri saya, apakah dia orangnya? Apakah ini yang terbaik buat saya, kami dan keluarga kami? Bagaimana jika bukan dia? Semacam itulah,"
Pak Arif tersenyum bijak. Ia manggut-manggut sejenak sebelum berkata-kata.
"Setan memang suka gitu. Menyelipkan keraguan dalam diri manusia yang punya niat baik. Tiap kali ada yang ingin berbuat kebaikan, selalu saja ditakut-takuti akan ketidakpastian,"
"Iya. Mungkin begitu," ujar Marvin sembari tersenyum kecut.
Hot Chapters