Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bittersweet Revenge

Bittersweet Revenge

ujar Anggun bicara dengan suara pelan, karena marketing rumah tersebut sedang berada di lantai satu. Wahyu memang berencana membeli sebuah rumah untuk memulai kehidupan baru bersama Anggun dan Putra. Setelah beberapa kali melihat-lihat, mereka tiba di sebuah rumah dengan desain minimalis modern yang terletak di sebuah lingkungan perumahan yang tenang. “Kamu tahu sendiri, perumahan di sana sudah full,” ujar Wahyu mengingatkan. “Blok sebelah tempat eyang juga nggak ada yang kosong.”
10119.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai rumah angker pondok indah
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Mae Kim
aku tim wahyu-anggun garis keras mba, karena aku mau wahyu dan anggun sama-sama bahagia. semua di sini kasian, tp menurutku yg paling kasihan anggun dan wahyu dengan kehidupannya masing-masing, jd mereka berhak bahagia dengan bersama. jd plis mba, buat anggun bersama dengan wahyu:"
firly edogawa
selalu bagus,, yg 1 inibikin campur aduk emosi saya.. sedih,kecewa,marah, tegang, semoga bahagia di akhir cerita, dan yg antagonis dapat karmanya secepatnya . tapi jangan cepat pula berakhir ceritanya..bahagianya yg banyak, yg jahat2 buang aja udah........... suka suka suka pokoknya...........
Baca Semua Ulasan
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

” Romy membolak-balik katalog, berlagak sedang mengamati dan meneliti. “Ada, sekitar dua atau tiga kilometer dari rumah saya, namanya Gardenia Residence.” Alana mengambil alih katalog dan menunjukkannya pada Romy. Romy membiarkan Alana memilihkan untuknya. “Yang ini.” Alana menunjukkan komplek perumahan mewah pada Romy. ”Nice! Ini tipe berapa?” “120, tapi saya rasa terlalu besar untuk kamu tempati sendiri.” Alana menyampaikan pendapatnya.
920.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai rumah angker pondok indah
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

Lexus ES 250 Ezra memasuki halaman besar kediaman orang tua Jovita di bilangan Pondok Indah, salah satu perumahan elit di Jakarta. Rumah bergaya modern mediterranean yang menempati lahan seluas hampir 500 meter persegi itu terlihat lengang. Jovita menduga ayahnya pasti belum kembali dari aktivitasnya sore itu. Kemungkinan di rumah hanya ada ibunya.
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah angker pondok indah
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
Moy
Terima kasih sudah membuat bacaan yang luar biasa. Saya benar2 hanyut dalam ceritanya, karena ceritanya benar-benar hidup, tidak mudah ditebak dan pembaca bisa merasakan dilokasi yg ada dalam cerita. Sungguh serasa baca living books dengan asupan subjek bidang psikologi. Dan ternyata ini kisah nyata
asta
Hampir satu tahun istirahat, jeda di Bab 68. Begitu balik untuk menyelesaikannya, untuk mengisi waktu berpuasa, ternyata isi ceritanya berubah. Saya belum menyelesaikan cerita sebelumnya. Saya mengingatnya tentang seorang ibu satu anak yang diceraikan dan tinggal bersama keluarga Swedia di US. (-_-)
Baca Semua Ulasan
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami turun dan bersalaman, diajak Pak Danang berkeliling di dalam rumah satu lantai ini. Maria tidak ada habis-habisnya tersenyum padaku ketika kami sedang membuka pintu kamar utama, kamar mandi, dan dua kamar tambahan untuk anak di dekat pekarangan. Ia juga mengangguk-angguk ceria ketika kami masuk ke area dapur yang semi-outdoor karena bersebelahan langsung dengan taman luas di belakang. Kami berdua bertatapan saling memberikan pesan setuju dengan rumah ini. Terakhir, kami ke area taman belakang yang ditata apik, sudah banyak tumbuhan indah dan beberapa pohon besar di sisi-sisinya. Dan yang membuat Maria tambah yakin untuk membeli rumah ini adalah beberapa tanaman anggrek ditaruh di batang
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai rumah angker pondok indah
Baca
+Pustaka
Pembalasan si Anak Terbuang

Pembalasan si Anak Terbuang

Jadi siapapun yang mencoba memanjat tembok akan tersetrum. Di depan rumah besar yang jaraknya sekitar dua ratus meter, terdapat pos penjaga dan dijaga oleh sekitar empat orang preman berperawakan besar dan sangar. Sedangkan di bagian paling belakang rumah, terdapat banyak kamar yang memanjang ke samping dan ke kiri. Di samping kiri rumah terdapat taman dan kolam renang. Rumah itu bernama black house. Markas besar dan gudang tempat menyimpan senjata api ilegal dan juga narkoba.
10297.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai rumah angker pondok indah
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

tanyaku. “Oh, ustaz Ilham pemilik Pondok Pesantren Miftahul Ullum ya, Neng?” “Iya, Kang.” “Lurus aja sekitar lima puluh meter dari sini, terus belok kiri. Rumahnya di belakang Masjid yang menaranya berwarna hijau paling besar!” seru akang itu memberiku petunjuk menuju rumah abah. “Hatur nuhun, Kang.” Aku pun undur diri dan kembali melanjutkan perjalanan.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai rumah angker pondok indah
Baca
+Pustaka
JERAT GAIRAH SANG SAHABAT

JERAT GAIRAH SANG SAHABAT

Maka sesuai kemauan Jevin, Safia langsung diboyong ke rumah baru mereka. Rumahnya terletak di daerah bilangan Pondok Indah. Hunian itu berlantai dua dengan gaya minimalis modern. Namun, luasnya tidak sebesar rumahnya Jevin terdahulu. Begitu mereka sampai Jevin segera membuka kunci pintu, lantas memasuki rumah baru itu. Dan Safia berjalan pelan di belakangnya. Kedua telah berganti pakaian biasa.
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah angker pondok indah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status