Pesan Nyasar Dari Sahabatku
jawab Mas Hendra sambil kembali membenarkan posisi duduknya.
“Jadi, kamu udah bayar DP rumahnya, Mas?” tanyaku hati-hati.
Mas Hendra mengangguk. “Demi kamu!”
Aku tersenyum. Merasa berbunga-bunga meskipun kondisiku tengah dalam keadaan terpuruk begini. Ya ampun, Mas Hendra. Baik sekali dia. Rela membelikanku rumah tipe 100 dua lantai yang berada di kawasan elit tak jauh dari kediaman mereka. Rumah itu harganya juga lumayan fantastis. Dengan DP 70 juta dan angsuran per bulannya 4 juta selama 20 tahun. Bagi Mas Hendra itu pasti angka yang kecil sekali, bukan. Toh, dia manager. Istrinya juga kerja di BUMN. Apa yang kurang, sih, dari mereka? Sekadar beli rumah seperti itu, pasti tak akan membuatn
الفصول الرائجة