Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

Pembantu Seno membantu membawakan barang milik Dina ke kamar. Aku ikut melihat kamar Dina, kamarnya sangat luas hampir sama dengan kamarku di rumah. Rumahnya juga bagus dan sangat modern. "Wah bakal betah nih kalau rumahnya sebagus ini," pujiku. Dina hanya tersenyum, setelah itu kami ke ruang tamu menyusul yang lain. "Dina, sekarang kamu udah sah istrinya Seno. Jadi mama harap kamu harus saling jaga sama Seno," kata Mama Seno.
1036.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang rumah dia
Read
+Library
Menjadi Istri Penebus Hutang Tuan Presdir

Menjadi Istri Penebus Hutang Tuan Presdir

“Oh, boleh-boleh! Kamu jangan lupa inget-inget nomor apartemen ini. Sandi rumahnya sudah tahu kan?” Diana menggeleng. Sepasang mata hitamnya terlihat berbinar memancarkan aura kebingungan. “Lah, emang Abian nggak kasih tahu? Sandi apartemennya ulang tahun Abian. Nanti kamu tekan tombol yang ada di sini lalu klik enter. Aduh! Gimana si? Abian memang gak jelas,” omel Raka.
1019.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 455 Beses bilang rumah dia
Read
+Library
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

“Gini. Kita nggak akan tinggal di rumah ini selamanya.” “Terus, di rumah sewa, atau kolong jembatan?” “Ya nggak juga di sana, loh.” Duh aku mulai geregetan untuk seseorang yang sudah biasa bergerak cepat. Lemot sekali Cantika diajak berpikir. Kalau di dapur sudah kena marah berkali-kali dia ini. “Terus?” Gitu terus model pertanyaan Cantika. “Mas udah beli rumah sendiri. Agak jauh dari sini? Biar dekat ke hotel.”
1018.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 585 Beses bilang rumah dia
Read
+Library
Pakaian Bayi di Mobil Suamiku

Pakaian Bayi di Mobil Suamiku

Bilang yang sejujurnya, kalau dia sudah punya istri? Ah, atau Mas Riko belum bilang? Ini benar-benar menarik. Ada kemungkinan juga, wanita di hadapanku ini pura-pura tidak tahu saja. Baiklah. Aku berusaha menyesuaikan diri. Jangan sampai terlihat terkejut di hadapannya. "Saya Diah, Bu. Rumah saya tepat di depan rumah Ibu. Kalau Ibu mau berkunjung kapan-kapan boleh banget. Apalagi ajak suaminya Ibu."
9.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 233 Beses bilang rumah dia
Read
+Library
My Assistant, My Husband

My Assistant, My Husband

Tere memberanikan diri untuk bertanya, demi membandingkan dengan rumah yang dia cicil. “Tipe enam puluh,” jawab Damar dengan santai, mempersilakan semua orang untuk masuk. “Tidak terlalu besar.” Kedua alis Tere terjungkit naik mendengar hal itu. Rumah ini memang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan rumah di kawasan elit, tapi sudah sangat besar jika dibandingkan dengan rumahnya yang hanya tipe empat lima. “Apakah ini teman-temanmu?” Fiana tiba-tiba muncul dengan senyum cerah. “Selamat datang di rumah sederhana kami, silakan ke sebelah sini.”
103.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 143 Beses bilang rumah dia
Read
+Library
Menantuku Selalu Diam Di Kamar

Menantuku Selalu Diam Di Kamar

tanya Mama Wati, yang aku tidak tahu siapa namanya. "Maaf, Mamanya Wati, memang rumahku tidak semegah dan sebagus ini. Tapi yang namanya bertamu biar semegah dan sebetah apapun tempat yang kita kunjungi, tetap saja itu tempat orang. Jadi lebih nyaman tinggal dan diam di rumah sendiri kan, walaupun rumah kita butut, atau berupa gubuk sekalipun," sahutku.
1014.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 562 Beses bilang rumah dia
Read
+Library
Menjadi Istri Pengganti CEO Arogan

Menjadi Istri Pengganti CEO Arogan

“Ini rumah atau gudang?” gumam Daren setelah berkeliling di rumah Adriana. Ukuran rumah ini tidak lebih dari setengah apartemennya, dia membatin dalam hati. “Kau tidak memiliki hak untuk menghina rumahku,” bisik Adriana dengan mata tertutup. “Setidaknya aku mendapatkannya dengan hasil kerja kerasku dan dalam kondisi serba terbatas.” “Kau sudah sadar?” tanya Daren sedikit terkejut ternyata Adriana mendengar kata-katanya.
1016.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 383 Beses bilang rumah dia
Read
+Library
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Rumah dengan pagar papan bercat putih setinggi pinggang orang dewasa, di depannya ada lampu jalan dengan tempat lampu yang berukir cantik, ada nomor rumah menunjukkan angka 20 dan ada tulisan dari ukiran logam bertuliskan "Welcome to Lia's residence" Lia's residence? Kediaman Lia? Apa ini rumah Kamelia dulu? Pantasan Fathan begitu ingin Dhea tinggal di sini. Tentu lelaki itu ingin melihat Dhea berada di rumah ini, barangkali untuk mengenang lebih dalam adiknya tercinta ini. Dhea melangkahkan kaki ke rumah itu dengan langkah perlahan. Sopir tersebut ternyata tidak ikut turun dari mobil, sehingga dia harus ke rumah itu sendirian.
9.9270.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.7K Beses bilang rumah dia
Read
+Library
MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

"Rumah... orang?" ​Nadia maju selangkah, menatap Rama tepat di matanya dengan tatapan paling merendahkan yang pernah Rama lihat. ​"Iya! Rumah orang! Ini rumahku! Aku yang beli pakai uangku sendiri, hasil kerja kerasku sendiri! Kamu sadar diri dong, Mas... Di sini kamu itu cuma penumpang. Kamu cuma numpang hidup, numpang tidur, bahkan makan pun masih syukur aku yang biayai. Jadi jangan berlagak jadi tuan rumah yang berhak ngatur-ngatur aku. Mau apa kamu? Nggak terima?!"
9.9200.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.4K Beses bilang rumah dia
Ipakita ang mga Review (21)
Read
+Library
Ayuwine
Hai semuanya 🤍 Makasih buat kalian yang setia baca kisah Rama ... Buat yang sudah support dan buka koin, aku bener-bener berterima kasih 🫶 Yuk terus lanjut baca dan buka koinnya ya… ceritanya bakal makin seru! Love 🤍
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Basahin ang Lahat ng Review
Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

​Damian tidak merespons ucapan Hans, ia hanya mengetukkan jarinya di atas sandaran tangan dengan gerakan santai namun penuh intimidasi yang mematikan. “Kosong, harusnya aku tau itu.. Lalu rumah mana yang Bianca masuki?!” gumamnya. Pandangannya kemudian beralih menatap sebuah rumah besar yang berada tepat di sisi lain mansion keluarganya. ‘Apa mungkin di sana?!’ ***
1043.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang rumah dia
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status