TERPAKSA MENIKAHI CALON ADIK IPAR
Alam menyalakan mesin motornya, memastikan Cahaya duduk dengan nyaman di belakang sebelum mulai melaju pelan menuju tempat kos yang ia janjikan.
Sepanjang perjalanan, Cahaya hanya diam, memandangi jalanan yang mulai sepi dengan tatapan kosong. Angin malam berhembus lembut, membuatnya sedikit menggigil.
Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah rumah kos kecil di pinggiran kota. Bangunannya sederhana, dengan deretan kamar-kamar kecil berjejer di samping gang sempit. Lampu temaram menerangi halaman depan, dan seorang wanita paruh baya sedang duduk di teras, mengenakan daster dan selendang di bahunya.
Hot Chapters