Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

"Buat saja begitu, gak perlu banyak komentar, tuan muda berpesan seperti itu, ayo cepat buat, itu airnya sudah mendidih, Mamak mau ngeracik bumbu buat makan malam." Aku segera mengambil kopi bubuk di dalam lemari, ada tiga jenis kopi bubuk dan empat jenis kopi instan di sana. "Kopi yang mana, Mak? Ada banyak merk kopi di sini," tanyaku. "Tuan muda suka kopi robusta yang dari pegunungan Masurai," jawab mamak.
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai rumah kopi
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU

DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU

Sebuah kopi instan diseduh oleh lelaki paruh baya dalam cangkir, dan diletakkan di sebelah Rizal. “Makasih, Pak.” Pria paruh baya itu menyapukan pandangan ke sekitar. “Rumah ini sudah laku, Mas,” ucapnya lirih seolah menahan sesak di dada. “Maksud Bapak?”
9.6253.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
TEROR BUNGA TASBIH HITAM

TEROR BUNGA TASBIH HITAM

Evan menepuk dahinya sendiri kemudian membereskan sajadah dan beranjak ke tempat tidur. Di tempat lain... Di sebuah rumah cluster bercat soft grey. Dua buah cangkir kopi masih mengepulkan asap panas di atas meja makan sederhana. Aroma kopi hitam itu tercium harum. Menemani kedua pemiliknya yang tengah berdiskusi. "Waah, kopinya enak banget, Mas!" Laki-laki muda berkuncir asal itu memuji jujur.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Terjerat Skandal Akibat Ambisi Mertua

Terjerat Skandal Akibat Ambisi Mertua

Waktu berjalan tanpa suara, menghapus sedikit demi sedikit bekas luka yang dulu terasa mustahil sembuh. Rumah bercat putih gading di pinggir kota itu kini tampak hangat. Di halamannya, suara tawa anak-anak berpadu dengan aroma kopi dan roti pandan yang keluar dari dapur kecil di teras. Papan kayu bertuliskan “Kopi Kybi – Homemade & Family Taste” bergoyang lembut tertiup angin sore.
10823 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Rohim dan Barto memarkirkan motor mereka, di depan warung kopi yang buka 24 jam itu. Mereka memang hendak ngopi dan makan mie rebus telor di situ. Letak warung itu memang berada di seberang rumah Wahyu. Bahkan Rustam sang security rumah pak Wahyu, dia adalah langganan warung kopi tersebut. Pak Rahmat adalah nama pemilik warkop yang buka 24 jam itu. Dia bersama putranya Ali, secara bergiliran menjaga warung kopi mereka.
9.962.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

POV Ray Sampai di sebuah rumah yang terbilang cukup sederhana namun terawat apik. Aku dipersilahkan untuk masuk ke kantor detektif Johan yang berada disebelah pintu masuk utama di rumahnya. Sebuah ruangan kantor yang tak begitu besar, begitu masuk terdapat sebuah sofa besar dan 2 kursi yang berada di depan meja kerja besar, disampingnya jajaran rak buku berisi buku-buku dari berbagai penulis yang melekat ke dinding. Sebuah ruangan kantor yang nyaman namun lebih mirip dengan ruang konsultasi klien. Terdapat juga sebuah mesin pembuat kopi yang di atasnya terdapat tulisan 'Gratis untuk klien'.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai rumah kopi
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

Tapi, ya Tuhan, kenapa tampangnya kayak baru keluar dari iklan sabun? “Selamat pagi, istri aku," katanya sambil menyodorkan kopi. “Maaf, sarapannya nggak fancy, chef hotel belum bangun. Tapi, kopi ini aku bikin sendiri.” Aku masih setengah sadar. “Kamu bikin sendiri? Di mana?” “Aku rebutan mesin kopi sama room service di lorong. Menang telak.” Aku tertawa sambil menerima kopi dan suratnya. “Ini apaan?”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Ah, dunia ini rasanya sempit sekali. Sampai rumah aku segera berjalan menuju dapur, membuat kopi. Desa kami sudah terbiasa dengan termos untuk menyimpan air panas, jadi tidak perlu waktu lama, singkat saja sudah jadi kopi itu. Rasanya aku ingin lenyap bersama alunan kopi ini. Kopi hitam hasil tumbukan sendiri. Tidak ada penggilingan kopi yang bisa sampai halus, tidak ada penggiling kopi yang menggunakan mesin.
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Yang satunya kecil, kurus, matanya seperti kucing dan terus melihat ke gelas orang lain. "Aku ingin SEMUANYA!" bentak makhluk besar. "Dan aku... aku hanya ingin apa yang mereka punya," gumam yang kecil sambil menunjuk pelanggan lain. Pelanggan warung mulai panik. Portal darurat kembali aktif, beberapa makhluk memilih kabur. Tapi Dimas berdiri tegak. "Untuk kalian, aku punya kopi khusus." Ia menyeduh dua jenis kopi dari kotak tersembunyi: Kopi Kepuasan dan Kopi Kekosongan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status