PERNIKAHAN YANG TERNODA
"Lagian kenapa sih, May, rumah itu enggak kamu jual aja? Keenakan mereka kan?"
"Enggak usah sewot sama aku juga kali, Hil." Ngeri kutatap wanita cantik di sebelahku ini. Kalau ngomong tak pernah disaring.
"Ya habisnya kamu, bodoh apa gimana sih, May? Sudah jelas mantan kamu bisa enggak dapat apa-apa. Eh malah masih kamu kasih uang sama rumah juga. Keenakan kan pelakornya?"
"Mba, maaf. Aku bukan pelakor." Suara Riana serak. Dia pasti nangis dengar kata-kata tajam Hilda.