Resep Rahasia Sang Pecundang
Rasa itu membasuh sisa-sisa adiksi dari Rendang Kiamat, menetralkan racun kimiawi dengan kebenaran organik.
“Luar biasa…” bisik Dubois, matanya terbelalak.
Kemudian, lapisan-lapisan berikutnya terungkap, bukan secara serempak seperti ledakan Ki Gendeng, melainkan seperti kelopak bunga yang mekar satu per satu. Rasa pedas yang hangat, bukan membakar, muncul.
Bersamaan dengan itu, sebuah visi melintas di benaknya: seorang ibu perkasa di Sumatra, berbicara pada api seolah itu adalah kawan lamanya, mengajarkannya untuk menghangatkan, bukan menghanguskan.
Bab Populer