MAWAR
Purpelomawar berduri di tanganmawar hitam di tanganpohon mawartato mawar di leher samping
Suaranya sangat lirih, hingga terdengar serupa bisikan pelan.
Ketika menoleh, kepalanya semakin berdenyut nyeri, lalu tiba-tiba mata nya terpejam, kaget dengan cahaya yang dilihatnya. perlahan-lahan mata itu terbuka kembali, menyesuaikan dengan cahaya yang menerobos masuk lewat sana, entah itu jendela yang di lapisi gorden atau benda lain, karena jujur saja dengan kepala pusing pandangannya menjadi memburam.
Sudah dirasa cukup menyesuaikan mata nya, kini Mawar memaksakan diri untuk bangkit lalu berhasil mengambil posisi duduk dengan punggungnya yang bersandar di kepala ranjang dengan susah payah.