KELAMBU MERAH JAMBU
Oooh, andai bisa menarik kata-kata kembali?
"Love, dengerin aku, yaaa?" pintaku memaksa karena Galih terus-terusan berbicara untuk memberikan perhatian, "Aku baik-baik saja, oke?"
Sepi. Sunyi. Hanya suara kresek-kresek yang lembut terdengar menyedihkan, memprihatinkan. Galih pasti langsung down, tahu aku sakit. Padahal, demamku sudah mulai turun, nih. Sudah mulai berkeringat dan hangat. Nggak menggigil lagi seperti tadi.
Hot Chapters