Antara Dendam dan Penyesalan
Dengan segera, Selena mengumpulkan ranting-ranting dan kayu bakar, kemudian buru-buru membawanya, namun tiba-tiba lambungnya terasa sakit.
"Hoek ... "
"Kenapa?" Pria yang sedang membelek ikan itu segera menghampiri, berjongkok sambil menatap Selena dengan cemas.
Setelah muntah, Selena mengelus perutnya dengan agak pucat, "Nggak apa-apa, cuma agak nggak nyaman saja, penyakit lama," jelasnya.
"Sakit sekali, ya?"
Setetes air menetes di wajahnya. Begitu mendongak, Selena melihat mata yang penuh perhatian di balik pria bertopeng itu, sementara tetesan air terus menetes dari ujung rambut pria itu.
Hot Chapters