Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wholehearted Love

Wholehearted Love

Mengisyaratkan agar Tria menghentikan kata-katanya. "Mulai hari ini panggil Abang dong. Abang kan umurnya jauh banget di atas kamu. Dulu aja sewaktu kamu masih SMP manggilnya Abang kan? Sama kayak Bintang. Masa sekarang lo gue lagi?" Tria terdiam. Dia malu kalau harus memanggil Abang pada Akbar. Ahelahhh... masa preman pasar manggil -manggil abang. Kan rasanya imut-imut gimana gitu. Kayak nggak pantes aja rasanya. Ntar ilang dong premannya! Hadeh...
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Life Must Go On

Life Must Go On

ujar mami lagi Tuh kan. Sudah yaya duga. “Kan mami udah punya cucu dari abang!” kata yaya “Beda dong. Itu kan dari abang. Dari adek juga dong.” jawab mami Mereka memang dipanggil seperti itu. Abang dan adek. Itu hanya jika mereka sedang berbicara tentang satu sama lain. “Yaya tutup yah mi. Dadah mami..” ucap yaya yang langsung memutuskan panggilan tersebut.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

"Hanya milikmu, Tuan Muda." TAMAT
9.6302.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Tak Normal

Suamiku yang Tak Normal

Ada apa sebenarnya? "Lo jujur aja sama gue, lo kenal 'kan sama mereka? Buktinya mereka liat lo kek hormat bener," todong Lote. Ucup menghentikan motornya, mereka sudah tiba di taman. Ia turun dari motor dan menatap Lote lekat. "Mereka itu temen tongkronganku, ya kenal-kenal gitu aja." "Serius?" Lote menyipit curiga.
10821 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Suami Bersama

Suami Bersama

"Iya, makanya aku nawarin kamu untuk pulang bareng." "Makasih, ya, kak." "Sama-sama, tapi jangan panggil aku kakak, karena aku bukan kakakmu, ya! Panggil Adrian saja! Lengkapnya, Adrian Mahesa," ujar Adrian memperkenalkan diri sambil fokus mengendarai motornya. Entah kenapa saat itu aku percaya saja yang dikatakan Adrian dan kenyataannya dia memang orang baik. Lelaki itu juga mengantarkanku hingga rumah.
1076.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Istriku, Aku Benar-Benar Menyesal

Istriku, Aku Benar-Benar Menyesal

“Karena itu aku butuh bantuan Akbar untuk beberapa waktu kedepan.” “Kamu yakin anak itu darah dagingmu, Pras?” “Sam!” Akbar memperingatkan, saudara sepupunya sudah melewati batas. Lelaki itu menatap Prasetyo dengan perasaan sungkan. “Samantha hanya tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, Pras. Jangan di ambil hati.” “Aku mengerti dengan baik apa yang sedang aku bicarakan.” Samantha bersidekap. “Kamu perempuan itu mengandung darah dagingmu, Pras? bagaimana jika akan itu milik orang lain, bagaimana jika-”
8.733.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

[Ya ampun, Bwang, lengannya aja dah tamvan, apalagi orangnya. [Mau dung rebahan di lengan Abang, aww ... awww ] [Aku makin yakin kalau Bang Sam ini memang full tamvan, lihat aja tangannya kekar gitu.] [Uwooww ... mau dong digendong tangannya si Babang Tamvan.] [Bang, kapan-kapan posting wajahnya dung, gue penasaran setengah mati ama lu.] [Bang Sam, balas dung chatan aku. Tega amit ama fans.]
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

“Abang tampar dia. Bisa-bisanya bersyukur sama kematian ibu.” “Yah, itu, kan, istri tercinta pilihan Abang sendiri. Harusnya diterima nggak hanya baik dan cantiknya doang, tapi sepaket sama buruknya.” Satria terdiam. Ia tersentil dengan perkataan sang adik. Samira bangkit, lalu meninggalkan Satria dengan setumpuk penyesalan yang ada. **
1051.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Istri Abangku

Istri Abangku

Kamal memberikan kembali ponsel calon abang iparnya dengan senyuman merekah. "Jadi, kalian memang sedekat ini?" tanya Ali yang penasaran. "Iya, Bang. Sebenarnya gak terlalu dekat juga, tapi pas ngobrol emang rame. Ica pernah bilang sama saya, kalau dia itu lihat saya kayak lihat abangnya," ujar Kamal jujur. Saat menjemput Ica dari kampus dan mereka mampir makan bubur ayam, wanita itu banyak bercerita tentang abangnya. Jelas sekali, ia rindu sosok pelindung dalam dirinya.
1019.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status