Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

pikiran buruk melintasi kepalaku. Dia cepat menggeleng. “Bukan malu, Ma,” jawabnya. “Aku cuma nggak mau mereka nganggep aku lebih tinggi dari mereka. Aku pengin temenan sama siapa aja tanpa rasa canggung.” Aku terdiam sejenak, lalu berkata lembut, “Kamu kayak Ayah. Dulu Ayah juga nggak suka disanjung karena nama.”
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
PRAMESWARI

PRAMESWARI

Jangankan empat belas kilo meter, tiga kali lipatnya saja, no problemo! "Dek Mytha!" Abang memanggil dengan suara serak dan nada bingung, "Saya boleh minta tolong nggak?" Sedikit terkejut tapi langsung bisa menetralisir perasaan, Prameswari mengangguk, "Ya, Bang? Apa itu, Bang?"
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Suamiku ABG

Suamiku ABG

Tangan kanan mulai bergerak memasukkan kopling dan siap-siap menambah kecepatan. “Lu pikir lu jagoan? Gue kasih tahu lu sekarang sebelum babak belur hari ini dan siapa tahu nggak bangun lagi. Kami dari SMU 38 sengaja datang buat ngasih pelajaran ama lu yang terbiasa ngrebut cewek orang.” Si Rambut Kucel berkata dengan suara lantang.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Adik Angkat

Adik Angkat

terangnya begitu enteng. "Oh, gitu ya, kapan pak ustadz ngomong seperti itu?" Aku manggut-manggut. "Kemaren malam, pas Mbak di luar majelis, lagi nungguin aku baca hafalan, Pak ustadz bilang sama aku, kalau kita ini saudara angkat," terang Bimo. "Bimo, tapi Mbak gak menganggap kamu seperti Adik angkat, Mbak menganggap kamu, sebagai Adik kandung Mbak sendiri,"
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Gadis Desa Untuk Abangku

Gadis Desa Untuk Abangku

Dia paling benci melihat tingkah kekasihnya yang sok manja ini. "Aw ... sakit, Zelin." Yhosan mengusap perutnya yang dicubit Zelin. "Kamu, sangat menyebalkan. Sama seperti orang-orang yang ada di rumah ini. Papi dan Mami Tua juga pasti turut andil didalamnya. Tidak ada yang menyayangiku." Papi dan Mami Tua yang dimaksud oleh Zelin adalah Abang dari Papanya. Mereka hanya dua bersaudara. Itu lah sebabnya, Zelin sangat yakin kalau keluarga pamannya pasti juga memiliki aturan yang sama.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
KEPINCUT CINTA IDOLA

KEPINCUT CINTA IDOLA

Cuma klarifikasi aja, takutnya Mas Dirga ngira sayanya gadis sasimo. “Sa … apa itu?” Hmmm, Samudra persis bapak-bapak boomer yang tidak tahu bahasa slang masa kini, “Sa-si-mo. Kepanjangan dari sana sini mau.” Samudra mengangguk-ngangguk paham, seakan-akan seperti anak kecil yang baru saja diajarkan ilmu baru. “Maafkan saya, Nona. Saya tidak bermaksud mengatakan kalau nona adalah gadis yang sana sini mau. Namun saya hanya prihatin jika nona adalah korban kaum saya.”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Iya, Abang itu artinya kakak laki-laki. Asa kan lahir duluan, jadi Asa yang jadi abangnya Adek.” Mulut Asa membulat membentuk huruf O. Sesekali ia mengulurkan tangannya, seakan ingin menyentuh Ilana, tapi di detik selanjutnya ia kembali menarik tangannya. Terdengar derap langkah yang mendekat. Badai pikir suara itu berasal dari Padma. Namun, ketika ia menoleh bukan Padma yang ia dapati berjalan ke arah mereka.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Titip

Titip

“Malam waktu Abang pulang kehujanan dan tangan Abang berdarah itu, Abang ngapain?” Kupikir ini adalah sempatan bertanya. Saatnya aku tahu semua yang Bang Sam sembunyikan sesuai yang dia janjikan. “Abang nggak membunuh teman Abang itu, kan?” Pertanyaan konyol muncul spontan begitu saja dari mulutku. Aku tiba-tiba merasa kurang ajar dan nekat sekali. Bang Sam tertawa sumbang sambil menatapku, seolah-olah pertanyaanku terdengar lucu.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai sama abang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status