Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DIKEJAR DUDA KEREN

DIKEJAR DUDA KEREN

Mereka menelusuri berbagai pertunjukan dan berbagai permainan yang disediakan. Karena ramainya pengunjung yang tengah berfoto-foto di banyaknya area spot, keduanya harus berdiri di samping penjual bakso. “Kamu mau makan bakso?”tanya Brian. Lalu, “Mang, baksonya dua, ya.” “Siap, Mas.” Si Abang bakso mulai meracik dua mangkok bakso untuk keduanya. Jena menoleh pada Brian yang asik menonton pertunjukan kora-kora. Terdengar teriakan histeris saat benda itu bergerak kencang. “Sepertinya seru …”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

jelas bu Marliana. “Lho, mbakyu juga buka restoran toh?” Tanya ibu Diandra. “Bukan dik. Bukan restoran juga bukan warung makan. Itu hanya sejumlah mahasiswa yang mau makan malam,” jawab bu Marliana yang membuat bu Rarah dan putrinya, Diandra kian bingung. “Lho, gimana ceritanya mbakyu?” Tanya bu Rarah kian penasaran.
884 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Bos Arogan Itu Ayah Anakku

Bos Arogan Itu Ayah Anakku

Bab Keesokan paginya, Anya bangun dengan semangat yang sedikit berbeda dari biasanya. Setelah perbincangan panjang dengan ibunya, ia memutuskan untuk bertemu dengan sahabatnya, Dewi, guna mencari pekerjaan. Ia tahu bahwa jika ingin merebut kembali hak asuh Kenzo, ia harus bekerja keras dan menyisihkan uang untuk menyewa pengacara terbaik. Ini bukan perkara mudah, tetapi Anya siap menghadapi segala rintangan.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

["Abang di mana?"] ["Abang sudah sampai Bandung, tunggu ya. Abang beli makanan dulu, perut Abang lapar. Kamu sudah makan belum?"] ["Belum, Bang."] ["Ya sudah, sate maranggi mau gak?"] ["Mau banget, kalau ada jus mangga juga mau ya, Bang."] ["Oke, Neng, Abang pastikan kurang dari setengah jam sudah di rumah sakit. Tahan rindunya ya."]
1090.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN BENALU

AKU BUKAN BENALU

Batinku. *** “Mas gimana kalau kamu bikin Angkringan aja di lapangan depan kompleks. Disana banyak anak nongkrong Mas, nanti aku temenin jualannya. Menunya nanti tinggal pesen di budhe Titin.” Usulku pada Mas Dimas saat dia bingung mau buka usaha apa. Kami sedang menikmati buah Melon potong setelah makan malam. “Apa apaan kamu Ning, masa kamu nyuruh anak ibu jualan nasi kucing sih Ning. Jualan yang agak bagusan dikit dong Ning, pecel ayam kek atau apa gitu.” Protes ibu mertua.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
ANGELA (Sang Perias Jenazah)

ANGELA (Sang Perias Jenazah)

Pak Kardiman ataupun Tuan Antoni sama sekali tidak menghubungi. Sebelum pulang Angela mampir ke warung bakso di seberang rumah duka. Cuaca mendung ditemani semangkuk bakso panas memang pas. Pengunjung pun belum ramai. Jadi, bisa makan dengan santai karena tidak diburu antrean duduk pengunjung lainnya.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 7 "Dinara! Awas kalau kamu ngadu!" Teriaknya dari dalam. Aku tersenyum kecut sambil berjalan ke arah motor. Aneh laki-laki itu. Udah susah bukannya berusaha agar bangkit kembali malah makin menenggelamkan diri. Aku terus melaju meski mendengar Mas Damar memanggil-manggil, walau motor mulai menjauh. Dari kaca spion aku dapat melihat Abangku itu keluar dengan baju yang sudah rapi. Tapi, aku tak peduli. Dia sudah cukup umur untuk membedakan mana dosa yang harusnya dia jauhi.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Tukang Bakso Jadi Miliarder

Tukang Bakso Jadi Miliarder

anak dari seorang ayah yang ditemukan ayahnya sesudah besar, seorang tukang bakso. Dan kali ini, ia tidak akan pergi lagi. ***
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Bakso. Dimas ingat kalau kakaknya dulu pernah bilang. Jika, Dimas punya modal dia ingin membuka usaha bakso. Neng Ayu. Gimana kabarnya? Sebenarnya lokasi toko Dimas dan desa tidaklah jauh. Hanya saja Dimas jarang sekali ke toko dan ia juga merahasiakan alamat rumah kontrakannya. Dimas memonitor toko dari rumah. Ia mencontoh Mila yang tidak pernah ke luar rumah.
1076.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
SADAP WHATSAPP SUAMIKU

SADAP WHATSAPP SUAMIKU

ucap Abang bakso dengan suara lirih. "Eh, Abang bakso, cewe gitu gak usah dibelain. Apa Abang naksir? Ih, mukanya buruk rupa gitu.” Seorang Ibu bangun dari duduk dan mendekatiku dengan tatapan tajam.
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status