Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
Reuni

Reuni

********** Hasan meraih gelas yang ada di meja kamar tidurnya itu, di genggamnya erat gelas itu "Aku tidak suka dikhianati, bagaimanapun kamu sudah kotor Asti..lihat apa nanti yang akan aku lakukan padamu wanita hina..!", Bara yang menyala-nyala seolah keluar dari kedua bola mata pria yang tengah penuh amarah itu, tangannya yang sebelah pun mengepal keras seakan hendak melayangkan tinju ke arah orang yang telah menginjang-injak harga dirinya itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Payah. to be continued
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

suaranya serak, bergetar di udara pengap. --- Pria bermata abu meraih lengannya. “Jangan terlalu dekat.” --- “Tapi itu…” “Itu bukan ayahmu,” potongnya cepat. “Itu hanya… cangkang yang diisi suara milik ayahmu.” --- ---
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
Safe Haven

Safe Haven

sahut Teddy, merekapun menyandarkan punggung mereka di sofa dan mulai fokus menonton film tersebut. Beberapa kali mereka mengomentari beberapa bagian di film tersebut dan menertawakan hal-hal yang lucu dari film tersebut. Beberapa menit berlalu dan Valen memutuskan untuk menyandarkan kepalanya ke bahu Teddy, Teddy sempat tersentak sebentar tapi memutuskan untuk membiarkan Valen bersandar kepadanya. Noah : What do you want? Allie : I want a white house with blue shutters and a room overlooking the river so I can paint.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbahasa Inggris yang tidak bisa kuin
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

Tanpa tahu dunia luar seperti apa. Pintu kelas 11 IPA 2 telah dibuka, Zanna memasuki kelas dengan perasaan takut. Gadis itu terus menunduk tanpa melihat teman kelasnya. "Hai, nama aku Zanna Kirania. Semoga kalian bisa berteman dengan aku." ucap Zanna gugup. Jari jemarinya memainkan ujung tas nya. "Hai Zanna!" sahut semua siswa yang ada dikelas.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Dia melangkah ke rumah wanita itu, teman lama Zamrud. Langsung saja Dewi membuka pagar dan masuk rumah. Ayu tak pernah mengunci pintu ketika sore hari. Karena Hasta dan Arka biasanya belum pulang sebelum jam lima. Ayu masih terduduk di depan TV. Tertawa dengan acara yang disiarkan. Tak tahu dengan Dewi yang datang membawa marah. Dan Dewi tak tahu juga bahwa apa sebabnya dia harus marah dan ke siapa kemarahannya ditunjukkan. “ Ayu, kemana Zamrud pergi ?” Dewi bertanya dengan nada sedikit tinggi
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

SANTET CELANA DALAM 29 "Bau apa ini, Pak?" Baru saja bangun tidur Sumini menghidu bau yang membuat perutnya mual. "Bau apa ya, Bu? Kalau bangkai tikus nggak begini baunya," kata Danang sambil menutupi hidungnya. "Nah, itu dia. Ini seperti bau cucian yang direndam semalaman, amis-amis basi gimana gitu." Sumini tak mampu mengambarkan bau aneh tersebut.
9.27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai sans au
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status