Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Tangannya masih mengeduk tasnya. “Apa?!” Ibu bertanya dengan mata melotot. Aku menggeleng pelan lalu menunduk. Utami sedang membuka tasnya lalu mengeluarkan beberapa alat kosmetik. “Aku yakin, kamu enggak akan bisa belum skincare kayak gini.” Utami memamerkan padaku produk perawatan wajah merek terkenal. Entah asli atau palsu. “Suamimu kan Cuma kuli panggul. Mana mampu beliin.”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!

SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!

"Saya...." ______
10702 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Utang

Gara-Gara Utang

sungut Nadia. "Hahaha," teruar juga tawa Awan yang sedari tadi ditahannya agar Nadia tak semakin malu. "Maaf Nad, bukan bermaksud ngetawain. Tapi, kamu jadi orang itu harus jujur. Jangan sampai menunda makan sedangkan tubuh kamu membutuhkan asupan nutrisi. Kamu bilang belum laper tapi kenyataannya kamu nahan diri buat makan. Kenapa, kamu lagi diet? Nggak usah lah pakai diet-dietan segala. Badan kamu aja kurus gitu. Maaf, bukan bermaksud body shaming, aku cuma bilang kenyataannya."
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Yang Ternoda

Yang Ternoda

ucap Felix sambil mengecup pucuk kepala Zafira. “Wah ... wah ... kali ini saya percaya. Calon Papanya kelihatan antusias sekali, ya. Kalau begitu mari kita lihat si calon bayinya,” ucap dr. Stella sambil mengoleskan gel ke perut Zafira dan mulai menggerakkan alatnya di sana.
1060.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Ketegaran Cinta Seorang Istri

Ketegaran Cinta Seorang Istri

Setelah memastikan Cinta sudah benar-benar meninggalkan rumah, Utari bergegas ke kamarnya, wanita paruh baya itu berdandan seadanya, yang penting terlihat rapi dan wajahnya tidak pucat. Berbekal alamat pabrik Sanjaya Furniture yang dia dapat dari Bella, kini Utari memaksakan diri untuk menemui Tegar, meskipun saat ini sebenarnya dia dalam keadaan yang kurang sehat. Turun dari angkot, dengan napas yang ngos-ngosan seperti sudah tidak kuat lagi untuk melangkah kaki, Utari memaksakan diri untuk tetap bisa bertemu dengan Tegar. Kini ibu dua anak itu sudah berada di pos keamanan, dan tampak berbincang dengan seorang satpam yang sedang berjaga. “Maaf, Pak! Saya mau bertemu dengan Nak Tegar,” ucap
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Bahagia Setelah Berpisah

Bahagia Setelah Berpisah

gumamku pelan saat kami telah mendapatkan tempat duduk. Mas Sunar melambaikan tangan ketika Bus mulai berjalan. Ku dekap tubuh Utari yang tengah memainkan sebuah snack di tangannya. Wangi minyak telon segera memenuhi indra penciuman saat aku menciumi pipinya yang gembul. Entah kenapa, ada perasaan bahagia saat menatapi wajah kedua anakku. Mereka semua sama sekali tak mirip dengan Mas Farhan, wajah mereka lebih mirip dengan wajahku. Yang menurun dari Mas Farhan hanyalah bentuk rambut, warna mata, serta warna kulit mereka. Utara dan Utari memiliki rambut hitam yang lurus, kulit putih, serta bola mata hitam yang indah. "Kita akan tinggal di rumah Ibu teruskan? Nggak akan balik kesini lagi?" Uta
1011.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Pernah Diharapkan

Istri Yang Tidak Pernah Diharapkan

Tapi lama kelamaan suara itu tidak bisa diabaikan begitu saja. Rajendra mengambil ponsel dari dalam saku. Dari nomor tidak dikenal. "Halo." "Ndra, ini aku, Utary. Kamu kok jahat nggak nyariin aku ...," ucap Utary dengan rengekan yang khas. "Ah, eh iya, sorry. Nanti aku jelasin. Kamu di mana?" "Aku chat ya, jemput aku ke sini." "Oke." Rajendra mengembalikan ponsel ke dalam saku lalu memandang Livia yang masih asyik dengan foto USG.
10228.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai saya no uta true form
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Syofinar S Nusa
Harapan ku hancur setelah membaca tiga 5 bab terakhit. Kenapa cerita dibuat lunetta anak Rayendra. Saya sangat kecewa membacanya. Padahal kemarin2 baru aja bahagia setelah Livia dan Rayendra saling mencintai. Kembalikan dong alurnya
Iin Ayuniah
cerita yang luar biasa, banyak bangett pelajaran di dalamnya tentang bagaimana ikhlas, sabar dan selalu berbessr hati untuk memaafkan dan menerima kekurangan pasangan kita masing2.. thanks kak sudah menyuguhkan cerita semenarik ini, sukses terus kedepannya.. aamiin...
Baca Semua Ulasan
CINTA INI BUTA

CINTA INI BUTA

Kayla memonyongkan bibirnya. "Bodoh amat!" cibir Utari. Kayla tertawa lepas melihat kelakuan Utari "Kamu lagi memikirkan Marvel, Ya!" tanya Kayla dengan wajah mulai serius. Utari terdiam ingin sekali ia berbagi dengan sahabatnya itu namun lidahnya terasa kelu untuk membuka aibnya "Apa aku terlihat seperti itu," tanya Utari dengan wajah bodohnya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Bukan Pelakor

Bukan Pelakor

Jika ia terus menjadi domba, maka serigala seperti Sarah akan terus mencabiknya. Utari mengenakan gaun sutra berwarna biru dongker yang elegan. Ia memoles sedikit pewarna bibir, menutupi wajah pucatnya. Saat pintu kamar terbuka, Tuan Darsa masuk dengan langkah tegap, hendak berpamitan sebelum ke kantor. "Kamu tampak berbeda pagi ini, Muda," ujar Darsa, matanya menyisir penampilan Utari dengan kekaguman yang tak tertutup.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Wanita yang merasa diabaikan semakin marah dan pergi begitu saja. “Daijoubu desu.”[7] Yuta yang merasa enggan mengambil tisu dan mengelap pakaiannya sendiri. Saat pria itu membatu Yuta mengelap pakaiannya, Laisa melihat tato yang tidak asing di bahu Yuta. Tato yang mirip huruf kapital ksi dalam alfabet Yunani. Yang juga terlihat sebagai lambang dalam game Invitasi. Pada detik ini semuanya masuk akal. Laisa telah mengawasi orang yang tepat.
9.910.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai saya no uta true form
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status