PETAKA REUNI
"Ada aku, nggak, di dalam khayalan kamu?"
"Kalo kubilang nggak?"
"Aku masuk sendiri."
Mendengarnya, aku tertawa. Setelahnya, aku kembali mengarahkan pandang ke arah lautan. Ombak yang berkejaran seperti tak kenal lelah, seakan-akan memberikan pengajaran bahwa sejatinya hidup itu harus terus bergerak. Entah untuk meninggalkan, ditinggalkan, juga kesungguhan menentukan pilihan. Seperti yang baru saja aku lakukan, memilih meninggalkan semua hal tentang masa lalu, kemudian memilih hidupku yang sesungguhnya. Arsyl.