Pesta Pembuahan
Batinku berperang melawan diriku sekarang.
Setiap hentakannya terasa mendebarkan di bawah pusar serta jantungku. Aku tak lagi bisa fokus mengawasi ketampanan El yang sejak tadi bertengger di depan mukaku. Kepalaku berkali-kali terdorong menengadah, mataku mengerjap di luar kendaliku serta berair berkat gejolak dari dalam diriku yang sulit kutafsirkan maknanya. Apakah ini yang disebut kenikmatan bercinta? Dan apakah pada akhirnya aku menikmati permainannya? Selena sadarlah, kamu sedang mengalami pencabulan! Tidak, aku tidak ingin sadar, oh Tuhan, ini terlalu sayang untuk dihentikan, rasanya aku ingin El terus bergerak di antara kakiku ... selamanya.
"Panggil namaku lagi Selena, tolong!" pinta