Terikat Tatapan Pak Dosen
Ia melangkah satu tahap lebih dekat, membiarkan aroma cedarwood miliknya menyapu kesadaran Maorielle.
"Maorielle, ada satu ungkapan di dalam film yang tidak bisa dijelaskan secara linguistik, tapi sangat akurat secara visual," ucap Khai, suaranya kini merendah, hampir tenggelam dalam musik latar aula. "In a room full of art, I'd still stare at you."
Maorielle terpaku. Napasnya seolah tertahan di tenggorokan.
"Di ruangan yang penuh dengan karya seni ini, saya masih akan tetap menatapmu," lanjut Khai tanpa ragu.
Hot Chapters