Berpisah Untuk Bersatu
Sia-sia belaka perjuanganku selama ini kalau sampai dia tahu sekarang.
"Tian Barlie, kami permisi pulang dulu." aku mengucapkan kalimat itu sebagai bentuk sopan santun. "Mari, selamat tinggal!"
"Selamat tinggal, Nyonya Ayung." Barlie yang sudah dalam posisi berdiri, menggoyang-goyangkan badannya ke depan ke belakang, entah apa artinya dan untuk apa? "Senang sekali bertemu Anda di sini!"
Diam, tanpa senyuman dan memulai langkah bersama anak-anak. Itu yang kulakukan sekarang demi menjaga segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Well, tidak ada yang mustahil di dunia ini, bukan?
Hot Chapters