Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjinakkan Empat Selir Binatang

Menjinakkan Empat Selir Binatang

Sepasang matanya yang berkilat tajam menatap waspada ke arah dinding barat istana, tempat di mana kabut musim dingin yang tidak alami itu kian menebal, melawan hawa panas dari sisa api Lang Yue. "Hawa dingin ini... ini bukan energi spiritual dari daratan tengah," geram Huo Yan, menempatkan tubuh tegapnya tepat di depan Shen Wei sebagai perisai hidup. "Ini adalah esensi es dari Klan Serigala Salju perbatasan utara. Bajingan-bajingan itu ternyata sudah menyusup sedalam ini ke dalam birokrasi kita!" Wush!
9.65.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai selimut musim dingin
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
EYN
Ini pertama kalinya baca buku fantasi. Awalnya cuma intip di bab 1 karena covernya cakep. Ternyata ceritanya menarik, bisa dipahami untuk pembaca awam seperti aku. Semangat menulis. Ditunggu update-nya. ^_^
Strawberry
Haiiii..... Happy weekend sebelumnya.. teman-teman aku mohon maaf, aku ada salah Up bab. Harusnya aku Up bab 16 tapi malah naikin bab 17. Mungkin kamu akan temukan dua bab yang sama. Besok baru diperbarui.
Baca Semua Ulasan
Istri Imutku

Istri Imutku

“Gak bisa di biarin, darimana asupan gizi Varka kalau aku kurus?” ____ Lagi-lagi hujan, Almira memasak bubur kacang hijau hangat yang enak di santap saat cuaca dingin. Saat memasak senyum Almira mengembang, sesekali menoleh ke belakang di mana Kevin asik bermain dengan Serifa.
9.7217.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai selimut musim dingin
Baca
+Pustaka
Wanita Berselimut Dendam

Wanita Berselimut Dendam

Semua ia lakukan dengan langkah sepelan mungkin, tanpa bersuara. Setelah selesai mandi, Alenta kembali dengan tubuh yang lebih segar. Ia menatap Alden yang tertidur dengan pulas lalu memberikan selimut untuk menyelimuti tubuh polos pria itu. Alenta tersenyum, sepertinya Alden sangat kelelahan dengan percintaan panjang yang mereka lakukan semalam. Namun, tatapan segera berubah saat ia ingat bahwa ia masih memiliki banyak pekerjaan hari ini.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai selimut musim dingin
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Om Dingin

Istri Kecil Om Dingin

Bab 98. Axel Selingkuh —oOo— Jam menunjukkan pukul dua belas siang lebih dua puluh tiga menit. Axel dan Emily baru saja selesai melakukan kegiatan panasnya. Dengan napas yang masih sama-sama memburu, Axel mencium kening Emily. "Terima kasih, Sayang. Aku sangat puas," ucap Axel setelah mencium kening Emily. Emily hanya mengangguk pelan. "Kamu istirahat dulu, nanti kalau sudah baru kamu mandi."
9.9123.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai selimut musim dingin
Baca
+Pustaka
Istri Yang Dijual Suami

Istri Yang Dijual Suami

Angin yang berembus pelan tetap saja sanggup menembus pakaian yang cukup tebal, membuat siapa pun yang berlama-lama di luar mulai merasa tidak nyaman. Hal itu pula yang dirasakan Melisa. Begitu ia turun dari mobil, hawa dingin langsung menyergap kulitnya. Ia pun segera merapatkan jaketnya erat-erat, berusaha menahan hangat tubuhnya agar tidak hilang tertiup angin saat ia mulai berjalan. "Dingin?" tanya Jimmy. Ia tersenyum kecil sambil mengusap pucuk kepala Melisa yang memang belum terbiasa dengan iklim negara empat musim.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai selimut musim dingin
Baca
+Pustaka
Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu

Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu

"Cepat bawa dia ke kolam!" Vanya langsung diapit dan diseret oleh para pengawal menuju ke tepi kolam. Byur! Air kolam yang sedingin es langsung merendam sekujur tubuh Vanya, berebutan menyumbat hidung dan mulutnya. Rasa sesak yang mencekik perlahan-lahan mulai menenggelamkan kesadarannya.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai selimut musim dingin
Baca
+Pustaka
Terjebak Di Pegunungan Salju Bersama Om Asing

Terjebak Di Pegunungan Salju Bersama Om Asing

“Om, kita nggak akan mati membeku kalau tinggal di sini? Om itu menghela napas, lalu duduk di sampingku sambil menghangatkan diri di dekat api dan membongkar barang-barang di dalam tas ranselnya. Dia menjawab, “Bertahanlah sebentar, ini masih jauh lebih baik daripada berada di tengah padang salju.” Suhu api unggun sangat panas, melelehkan semua tumpukan salju di bajuku. Hanya dalam hitungan beberapa kali napas, seluruh tubuhku pun basah kuyup.
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai selimut musim dingin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status