Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SELIR HATI

SELIR HATI

“Baiklah. Kita akan lakukan ini bersama.” Malam pun tiba. Jam sudah hampir lewat tengah malam ketika suasana paviliun benar-benar sunyi. Hanya suara jangkrik dan desir angin yang terdengar. Gita mengenakan selendang hitam tipis, menutupi wajah sebagian agar tidak terlalu mudah dikenali. Sari membawa lentera kecil yang cahayanya ditutup kain agar tidak terlalu terang.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Aroma parfum mahal melayang tipis, bercampur dengan desahan lembut AC yang bekerja tanpa suara. Rama berbaring di atas ranjang king-size, tubuhnya masih lengkap berpakaian, tapi pikirannya sudah melayang entah ke mana. Matanya menatap kosong ke langit-langit, sementara di hadapannya, Soraya bergerak dengan penuh kelenturan dan pesona. Musik lembut berdentang dari speaker bluetooth di pojok ruangan—ritme lambat dan sensual yang menyesuaikan setiap gerakan Soraya.
11.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Ternyata, menyukai seseorang yang tak pernah bisa kau miliki bukan hanya menyakitkan. Tetapi juga membuatmu terjebak dalam keheningan yang tidak bisa dijelaskan. Dan Alana… mungkin akan terjebak di dalamnya untuk waktu yang lebih lama dari yang ia bayangkan. *** Langit pagi tersapu warna biru pucat dengan gumpalan awan putih yang melayang lambat, seolah enggan beranjak dari tempatnya. Matahari baru saja merangkak naik, mengirimkan cahaya hangat yang jatuh lembut di atas bangunan sekolah. Angin tipis mengalir di antara lorong-lorong, mengusik dedaunan yang berguguran di halaman, menciptakan suara gesekan halus yang hampir tak terdengar.
819 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
AKU ISTRIMU MAS!

AKU ISTRIMU MAS!

--- Sapphire – Senyuman Beracun Langkah kaki Sapphire kembali ke kamarnya terasa ringan, tapi bukan karena bahagia. Itu ringan seperti helai bulu yang terbakar—sepi, namun menyimpan bara panas yang siap menyambar.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

"Semuanya berakhir hari ini." Aku lalu mendengar bunyi gelas. Dia sedang menyiapkan sesuatu. "Ini kalium sianida," katanya bangga. "Tidak berwarna, tidak berbau. Ini akan mengakhiri penderitaanmu selamanya. Alex akan mengira kamu mati alami. Lagi pula, orang yang vegetatif bisa pergi kapan saja ...." Tidak. Aku tidak boleh mati! Masih banyak urusan yang harus diselesaikan!
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Slurp Slurp Slurp Bunyi hisapan bibir Seno pada lembah surgawi Rindu terdengar nyaring. Membuat milik sang keponakan semakin berkedut dan terasa panas. Tubuh semampainya tak henti belingsatan, bergerak liar di atas ranjang. Membuat sprei yang ada di bawahnya berantakan tak berbentuk. "Pa-manhh...emnhh..ahh.." desah Rindu meremas rambut Seno yang tenggelam di antara kedua kakinya.
927 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

ucapnya lirih, ada setetes air bening yang menggenang di sudut matanya saat ia mengucapkan kalimat tersebut. Varo memang sudah lelah, sudah hampir tiga tahun ia seperti ini. Tak juga ia menemukan apa yang telah kosong di hatinya. Terkadang Zayn juga mengajaknya shalat, tapi tak ia gubris sama sekali. Saat diajak shalat Jum’at, ia hanya bilang “iya” tanpa melangkahkan kakinya ke masjid.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Cuaca hari ini cerah dan awan kelihatan tidak mendung, aku senang karena cuacanya baik. Di kosan tidak ada teman buat mengobrol, jika aku merasa bosan hanya mama yang bisa tempat curhat ku dan Ribka juga. Setelah masak aku lanjutkan rebahan saja, aku mulai mengantuk. Akhirnya aku bisa tidur siang di cuaca yang cerah seperti ini. Aku mulai lelah dan istirahat sebentar saja dan aku bangun pukul 03:00 sore, segera membereskan kosan dan duduk santai sambil membaca novel karangan ‘Tere Liye.’
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status