Bimbingan Terlarang Dosen Gay
Tapi ia melakukannya.
Ia tersenyum.
Bukan senyum hangat. Bukan senyum ramah. Itu adalah senyum tipis, hanya sepersekian detik, sebuah seringai kecil yang penuh dengan sindiran dan kemenangan. Itu adalah senyum yang berkata, ternyata bener dugaan saya?
Senyum itu adalah sebuah belenggu tak terlihat, sebuah pengingat brutal bahwa bahkan di tengah pelukan sahabatnya yang paling tulus, ia masih berada di bawah kendali Adrian.