Terjebak Hasrat Sang Pemburu
Seperti sepasang sepatu bot militer tebal yang menggilas tanah membeku.
Avery menolehkan kepala dengan susah payah, membiarkan rambut hitamnya yang basah menempel berantakan di pipi. Tubuhnya seketika membeku.
Seorang pria berdiri tegak di tepi batas hutan pinus. Sosoknya di tengah kegelapan tampak seperti bongkahan batu gunung yang mendadak memutuskan untuk berjalan tegak. Tubuhnya luar biasa besar dan tinggi menjulang, dibalut mantel kanvas gelap tebal yang kedap air. Tudungnya ditarik jauh ke depan, menyembunyikan wajahnya dalam kegelapan. Namun, Avery bisa merasakan tatapan intens dari balik tudung itu terkunci lurus padanya.