Suami Warisan
Layaknya sepasang remaja yang sedang kasmaran, Mahesa dan Rengganis menghabiskan malam itu dengan bercumbu rayu di pojok ruangan.
Tubuh keduanya berdempetan di sofa, kedua tangan mereka saling bertaut sementara mereka tak henti-hentinya berbagi ciuman demi ciuman. Sesekali mereka menyudahinya untuk mengambil napas, bertatapan dan mengikik geli, entah apa yang lucu, namun keduanya menikmati malam memadu kasih.
Tak peduli dengan sekitar mereka, perhatian keduanya hanya pada masing-masing. Mahesa memandang Rengganis dengan sorot mata yang teduh, sementara Rengganis tersipu-sipu di bawah tatapannya.