PERFECT HUSBAND
tanyanya serius melihat manik mataku, aku berfikir sejenak dan berkata.
“Cinta gorilla.”ujarku terkekeh, reflek wajah saudaraku itu manyun.
“Ih abang, kok cinta Gorilla sih.”keselnya mencubit pinggangku aku tertawa renyah dan berkata.
“Abis apaan donk, di bilang cinta sejati gak kedengaran seperti cinta sejati, Cinta monyet yang dicintai malah om-om, kalo cinta pertama mah orang tua kita, lebih tepatnya cinta Gorila yakan? karna kamu jatuh cintanya sama monyet yang udah tua,”ujarku, Zura manyun melihat tawaku semakin pecah, sesaat aku telan tawaku melihat wajahnya yang datar, reflek aku merangkul dan berkata lebih serius.
Sikat na Kabanata