Cinta Tanpa Tapi
"Ya ... misalnya dengan mengatakan kebaikan kebaikan aku, atau kejelekan aku juga boleh, terus kamu lihat ekspresi wajahnya seperti apa. Lakukan tiap hari, lalu kita lihat pada hari keberapa dia mulai muak mendengar cerita tentang aku."
"Seperti itu ya, Pak? Kenapa?"
"Karena mencintai dan benci itu bedanya setipis rambut, Nay. Kamu polos banget sih jadi orang."
Nay tertawa ngekek, saat mendengar jawaban pak Aldo yang tampaknya mulai kesal.
"Ya, maaf. Kan belum pernah pacaran. Tapi masalahnya bapak kalau mau lamar Ratna harus nunggu sampai tiga bulanan, pak?"