Terjebak Cinta Kakak Tiri
Karena Jasmin sedang belajar menjadi seseorang yang tidak hanya menulis tentang cinta—tapi juga menghidupinya.
Mereka duduk bersisian di sofa, tanpa banyak bicara. Jari Reyan menyentuh buku tulis milik Jasmin, tapi tidak membukanya.
“Boleh aku membaca?” tanyanya.
“Tidak,” sahut Jasmin cepat. “Belum saatnya.”
“Kalau begitu, ceritakan saja. Sedikit.”
Jasmin menatap ke luar, lalu kembali pada wajah Reyan. “Tentang dua orang yang lahir di rumah yang salah… tapi jatuh cinta dengan cara yang benar.”