Desa Tanpa Suara
“Kalau begitu… aku akan membuat jalan ketiga.”
Sebelum keduanya bisa bereaksi, Raka melangkah ke pusaran cahaya itu dan menggenggam intinya. Rasa panas menyengat langsung menjalar ke seluruh tubuhnya, membuat pandangannya berkunang-kunang. Ia meremas cahaya itu hingga pecah menjadi ribuan serpihan yang beterbangan ke segala arah setengah terhisap ke jalan bercahaya, setengah ke jalan bayangan.
Kabut berguncang, dan suara-suara dari kedua sisi meledak jadi satu tangis, tawa, jeritan, nyanyian, semua bercampur jadi hiruk pikuk yang memekakkan telinga.
Capítulos Populares