Jerat Cinta Sang Selir
Rasanya basah dan hangat.
Tetapi kemudian, sesuatu menjawil benak Barrant. Ia harus menghentikan hormon cinta yang menguasai tubuhnya, kalau tidak kematian yang akan diperoleh mereka. Dengan pelan, ia melepaskan ciuman itu. Ia juga mengendurkan pelukannya. Meski begitu, tangannya tak tahan untuk tidak mengelus leher Fjola. Matanya menatap mata gadis itu. “Percayalah padaku, aku sangat ingin menyentuhmu. Aku sendiri pun merasa frustrasi, Fjola.”
Gadis itu mendesah. Ia menghirup aroma kulit Barrant dalam-dalam, mematrinya ke dalam benak. Ia tak akan melupakan aroma itu, aroma yang membuatnya terlena. “Aku mencintaimu.”
Bab Populer