Jerat Cinta Sang CEO
Setibanya di ruang tunggu, Yudhistira yang sejak tadi mengenakan kacamata hitamnya berjalan beriringan dengan Julia, lalu duduk di salah satu bangku yang kosong di sana.
“Kamu pasti belum sarapan, kan Sayang?”
“Belum, Pak.”
“Mau sekalian sarapan dulu? Kopi? Coklat?”
Julia menggeleng. “Nggak, Pak. Nanti aja kalau pas sampai Jogja gimana? Saya pengen makan Soto Seger Mbok Giyem.”
“Soto apa itu?”
“Soto… soto, Pak,” jawab Julia bingung harus menjelaskan seperti apa kepada pria itu.
Hot Chapters