Mate
gumam Mas Wira dengan suara kecil, nyaris tak terdengar olehku.
“Kenapa? Ketagihan ya jalan-jalan mengelilingi Jogja sama aku?” tanyaku dengan nada menggoda.
“Kalau iya, kenapa?”
Aku menepuk pundak Mas Wira. “Nggak lucu!”
Mas Wira malah tertawa, tak ada suara tapi badannya terguncang. Emang aneh sekali manusia satu ini. Matahari kali ini begitu terik tapi tak apa, karena langit birunya yang indah seakan menyejukkan rasa panas yang menyengat di kulit.
Bab Populer