Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina
Nggak kayak tadi.
“Iya, Tante, Lika faham,” sahut Lika. Air matanya sudah bisa dia kendalikan.
“Yaudah kamu mandi dan istirahat. Di tunggu nggak di tunggu, hari esok insyaallah akan tetap ada. Dan di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Mungkin memang sudah waktunya untuk berpisah,” ucap Tante Lexa.
“Iya, Tante. Lika tahu itu,” sahut Lika seraya memaksakan senyum. Begitu juga dengan Tante Lexa, dia juga tersenyum menyambut senyum Lika.