PENDEKAR TAPAK DEWA
bertanya Kapitein Sander kepada Galara Mudu dengan wajah tak mampu menyembunyikan perasaan harunya, atau mungkin herannya, pada malam harinya, di ruang penghadapan Uma Na’e.
Galara Mudu menanggapi perkataan Kapitein Sander itu dengan tersenyum, lalu berkata, “Itulah sifat asli kami, penduduk di negeri yang kalian jajah, Tuan Sander. Kami memang masih terbelakang dalam hal ilmu, tetapi kami memiliki dasar adab yang tinggi. Kami selalu berusaha lebih mengutamakan sikap damai daripada perang dan kezoliman sebagai jalan untuk mencapai sebuah tujuan. Kami hanya berperang dan membunuh hanya untuk membela diri, bangsa, dan harkat kami sebagai sebuah bangsa. Kami tidak perlu berperang dan menjajah,