KEMBALINYA SANG RATU
Sementara
La Ode Ngkorodo, seorang tetua adat yang juga menjadi pemandu dalam ekspedisi mereka, menjelaskan dengan penuh semangat. “Benteng ini bukan hanya tempat perlindungan. Ini adalah simbol perlawanan, ketegasan, dan ketaatan. Sultan menyerahkan segala kemewahan dan bahkan pemerintahan untuk melawan Belanda, itulah yang menyebabkan Sultan Himayatuddin dikenal dengan sebutan Oputa yi Koo atau Sultan yang di hutan.”
Jun-ho mengerutkan kening, mencoba membayangkan skala perjuangan itu. “Bagaimana mereka bisa bertahan melawan Belanda yang memiliki senjata modern?”