SHANIA
Sang Tuan sedikit menunduk dan memejamkan matanya sesaat hingga ekspresi harunya terlihat dramatis.
"Tuan," lanjut Shania tak merasa tersanjung, "saya hampir tak percaya, kini Bianca tengah berjalan menuju ke pernikahan. Lebih tepatnya, dituntun ke arah sana." Shania tersenyum tipis dengan pernyataan sedikit memancing.
Sang tuan mengangguk takzim, lalu dengan antusias berkata, "Anda akan segera memiliki menantu, Nyonya. Saya turut senang akan hal itu!"
Hot Chapters