Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Di sudut ruang baca, di atas karpet empuk bermotif bunga, Anna duduk sambil berselonjor kaki sambil memegang sebuah buku cerita di tangannya. Di sampingnya Kinasih duduk merapat, tangan kirinya merangkul gadis manis dengan rambut kuncir dua itu. Mata gadis lima tahun itu bulat bersinar penuh rasa ingin tahu saat menatap halaman demi halaman buku cerita bergambar di tangannya.
9.99.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai she reads a book
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
The Devil's Gift

The Devil's Gift

“Mungkin.” Itu bukanlah sebuah kemungkinan, melainkan fakta. Raveena memang senang membaca buku saat dia tinggal di panti asuhan. Bahkan, Cerano sering meringis setiap kali melihat Raveena mampu membaca tiga buku dalam waktu dua hari. “Buku yang ada di rak hanya sedikit, jika kamu mau baca buku lain, kamu boleh ke perpustakaan di lantai empat.”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Bukan Pengawal Komisaris Biasa

Bukan Pengawal Komisaris Biasa

Serena masuk ke dalam apartemen masih dalam rasa canggung. Ia masih belum terbiasa dengan semua itu. Kembali ke tempat tinggal orang lain. Bukan ke rumahnya sendiri. Setelah melepaskan sepatu, Serena mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu. Ia melihat ada Sheila yang sedang membaca buku di sofa. Dengan teh hangat dan piring berisikan biskuit terletak di meja.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Jade : The Mighty Amethys

Jade : The Mighty Amethys

Seperti saat ini, dia sedang membaca di temani tiga ekor tupai yang sedang bermain diantara rak buku dan lorong panjang ruangan itu. “Sampai kapan aku harus tenggelam dalam tumpukan buku ini,” ujar Rachel setelah dia menyelesaikan halam terakhir buku yang dia baca. Gadis itu mengangkat kedua tangannya dan merangkan ototnya yang mulai kaku. Rachel bahkan sudah lupa berapa banyak buku yang telah dia baca di ruangan itu. Namun masih tak ada yang menyebutkan tentang Jade Amora. “Tidak ada yang bisa membantuku,” tukas Rachel.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Secret Of The Girls: Bab Yoona (Menyegel Kekuatan Suci)

Secret Of The Girls: Bab Yoona (Menyegel Kekuatan Suci)

Saat ini seorang gadis sedang duduk di sebuah kursi sambil membaca sebuah buku pengendalian sihir kuno. Elea berjalan berjinjit tak mau mengganggu saudaranya, mengambil mantel bulu beruangnya kemudian menuju pintu untuk pergi.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

cicit gadis tersebut sembari terus memainkan netra ke sepenjuru ruangan yang diisi oleh beberapa mahasiswa/i. Hingga pada satu titik, Rella menemukan sosok penuh pesona itu tengah duduk anteng membaca sebuah buku. Wajah teduh itu ... sangat mudah membuatnya rindu. Apalagi tutur katanya yang bernada pelan bagai alunan musik menenangkan.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Marvel yang menatap gadis itu tengah membaca buku novel di tangannya itu pun menyusul gadis itu. "Kamu gak baca buku pelajaran?" tanya Marvel saat dirinya telah duduk bersama dengan Grace. Gadis itu menatap pria itu lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Melihat hal itu, Marvel berdecak kesal menatap dia yang tak ingin membuka suara. Marvel pun menundukkan pandangannya untuk melihat judul novel yang dibaca oleh gadis itu. "Kamu kok baca yang beginian?"
1046.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

Ana tidak berada di sana. Dengan langkah gelisah, Leon pun menyusuri lorong yang remang menuju perpustakaan. Ketika ia membuka pintu kayu raksasa tersebut, tampak cahaya lilin memantulkan bayangan seorang gadis sedang membaca sebuah kitab. Ia duduk di kursi paling ujung dengan wajah yang serius. Bahkan ia tidak menyadari siapa yang datang menghampirinya.
10228.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai she reads a book
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Piemar
Dear reader, Overview, biar gak salah paham alur y. Arc 1 (Bab 1–100) Awal kisah, kesalahpahaman FL & ML. Arc 2 (Bab 101–150) Cinta tumbuh, identitas FL terungkap. Arc 3 (Bab 151–215) Cinta diuji, rahasia besar terbongkar, konflik istana memuncak. Arc 4 (Bab 216–250) Konflik mereda, FL & ML bersatu.
sheila chrysilia
Emosinya roller-coaster. Senang, sedih, tegang, selipan humor, dll suka banget! Ditambah gaya penulisan dan cara mendeskripsikan detail mulai dari latar, karakter, aktivitas karakter, dll, wow! <3 Jadi bisa ikut ngebayangin <3 Thanks kak Piemar udah nulis novel ini. Sukses selalu! Ditunggu next-nya.
Baca Semua Ulasan
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Suasana hati juga membaik. "Jinli, bawa buku bacaan kemari. Aku mau duduk di halaman." Angin yang berhembus meniup anakan rambutnya. Aroma bunga peoni dan plum membuat suasana makin hidup. Shu Yi bersandar sambil membaca halaman demi halaman. Ketenangannya kembali terusik ketika seorang pelayan datang membawa pesan nyonya tua.
1024.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Romantic Purple

Romantic Purple

Rian tersenyum kecil sebelum kembali membaca. Di luar, angin sore menggerakkan daun-daun di halaman taman bacaan dan untuk pertama kalinya hari itu, mereka merasa tidak perlu mengatakan apa pun untuk tetap menikmati kebersamaan itu. Mereka sama-sama terdiam satu detik. Lidya segera menunduk lagi ke bukunya. “Terpesona ya?” tanyanya pelan. “Enggak.”
393 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai she reads a book
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status