Aku cukup sering melihat frasa 'ganggu dia membaca' beredar di media sosial, terutama di komunitas pecinta sastra. Setelah penelusuran, sepertinya ini bukan kutipan langsung dari novel atau film terkenal, melainkan lebih seperti meme atau sindiran budaya yang muncul dari kebiasaan kaum bookworm. Ada kesan satire di situ—semacam protes halus terhadap orang yang suka menginterupsi waktu baca.
Frasa ini justru lebih hidup di platform seperti Twitter atau TikTok, diadaptasi secara kreatif oleh netizen. Uniknya, meski bukan berasal dari karya spesifik, ia berhasil menangkap esensi universal: betapa sakralnya momen tenggelam dalam buku bagi sebagian orang. Mungkin ini bukti bagaimana budaya pop bisa melahirkan 'quotable quotes' organik tanpa harus punya sumber resmi.