Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Shirea

Shirea

Aku mengangguk cepat dan menarik napas setelah bibi Theony sudah mengilang di balik pintu. Aku menatap surat dengan dahi berkeringat dan perasaanku semakin bercampur aduk. "Keluarga Shaquille adalah adipati kerajaan, tapi kenapa gambarku begitu penting untuknya? Apakah aku seorang buronan? Aku tidak tahu kejahatan apa yang telah kulakukan. Aku bersumpah aku tidak pernah berbuat kriminal apa pun. Tapi kenapa? Kenapa dia mencari perkamen itu?" racauku gelisah. "Untung saja aku tidak sempat bertemu dengannya semalam. Jika dia sampai melihatku dan ternyata wajahku mirip seperti gambar di perkamennya, mungkin aku langsung ditangkap."
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai shrieking shack
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

Mereka bertiga pun melesat menuju Mall terbesar di balikpapan. Mereka membeli tiket bioskop dulu. "Mas, tiket nya tiga ya," kata Anna. "Baik kak mau nonton film yang apa?" "Yang film saat ini sedang booming apa?" tanya Anna. "Ada film yang berjudul 365 days kak," terangnya. "Tapi tayangnya nanti jam tujuh malam kak, sekitar tiga jam an lagi," imbuhnya. "Iya gak papa, jadi total semuanya berapa?"
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai shrieking shack
Baca
+Pustaka
SHIELD

SHIELD

Tempat di mana para tawanan berada, para calon pelacur mereka bulan ini. Tio membuka pintu, mereka disambut dengan tampilan beberapa orang yang jauh dari kata bersih -mata dan mulut mereka masih tertutup oleh kain-. Bahkan, hidung mancung Fandi mencium aroma anyir darah, masih segar. Fandi menatap Petra seketika, menuntut penjelasan dari pria besar itu. “Siapa yang mengizinkanmu memukul? Berapa kali harus aku katakan, mereka aset kita.”
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai shrieking shack
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Ia datang seperti ombak, menabrak tanpa izin. Dua tahun lalu, tiga tahun lalu, dan sekarang. Aku duduk bersila di atas sajadah. Tanganku terangkat, namun bibirku kelu. Aku tidak tahu doa apa yang harus kupinta, karena bahkan untuk meminta hidup normal pun aku merasa tidak pantas. “Ya Allah…” suaraku pecah.
575 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai shrieking shack
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

Benci dan marah selalu dia sembunyikan dengan baik dalam kepolosannya. Sesampainya di New York, Sasa dan kedua sahabatnya menuju rumah sakit. Sasa berjalan tergesa-gesa ke ruang ICU. Dia bisa melihat kakeknya berada disana dengan alat-alat medis yang menempel di seluruh tubuhnya. Sasa menyesal karena selalu menolak untuk bertemu kakeknya. Saat kakeknya masih sadarkan diri.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai shrieking shack
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

“Jadi … Ibu dan Tante sudah merencanakan ini semua?” “Ya, tentu saja! Kami harus merencanakan ini semua, agar semuanya bisa berjalan kembali normal! Karena kami semua, termasuk juga Bapakmu, nggak mau skandal ini terbongkar sampai ke telinga Bella!” ujar Shanty dengan menekankan kata ‘skandal’ dalam ucapannya. “Apa … skandal?” “Ya, skandal! Sebutan seperti apa yang akan kamu sebut untuk hubungan kalian berdua yang penuh intrik dan nafsu semata itu? Kalau bukan skandal!” bentak Shanty kesal.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai shrieking shack
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status