Dia Ibumu Bukan Pembantumu
Harunya di usia tua ini, Ibu menikmati hari-harinya dengan penuh keceriaan serta senyum yang dia ukir lewat bibirnya.
"Bu, aku bukan Diana! Ini Via, Bu. Viani anak Ibu yang ketiga," lirihku.
Aku mengusap lembut punggung Ibu. Banyak berharap supaya dia tidak terus menerus menganggapku sebagai Diana.
"Hai, Sayang!"
Jo datang dari luar, kemudian dia masuk dan menyalami Ibu. Dia mengusap puncak kepalaku, meminta maaf karena datang terlambat.