Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SELIR HATI

SELIR HATI

“Kadang kebenaran bisa ditemukan lewat telinga, bukan langkah. Kita harus mulai mendengar lebih banyak. Mungkin ada orang yang mau bicara asal kita berani mendengarkannya.” Gita terdiam. Kata-kata itu mengingatkannya pada suara semalam—suara misterius di balik pintu. Malam semakin larut. Gita kembali menatap pintu kayu itu. Bayangan semalam terasa nyata kembali, seakan seseorang masih berdiri di baliknya. Dadanya sesak. Kata-kata orang asing itu bergema lagi: “Kalau kau menolak, besok akan terlambat.”
104.0K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as silent majority translate
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Suara yang penuh kejengkelan dan tidak sabar terdengar di seluruh ruang perawatan. Aku terdiam di sana, tidak tahu bagaimana merespons tatapan penuh simpati dari para guru. Hanya kelopak mataku yang bergetar sedikit, berusaha keras agar air mata kesedihan tidak jatuh.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as silent majority translate
Read
+Library
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Vania di belakangnya, meletakkan tangan di punggungnya. “Kau bukan sendiri,” bisik Vania. “Dan kau tak harus jadi seorang pendiam, untuk didengar.” Axel menarik napas. Dan dunia, yang tadinya hampir membeku dalam senyap, kembali mengalirkan resonansi. Bukan keras, bukan dramatis. Tapi cukup untuk membelah kabut. “Silence Requiem...” ucapnya dengan suara rendah, namun penuh gema.
102.6K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as silent majority translate
Read
+Library
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

"Konduktor Nol telah memanggil *The Great Silence*. Dan kalian adalah satu-satunya orkestra yang tersisa untuk menghentikannya." ---
940 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as silent majority translate
Read
+Library
Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Yang tersisa hanyalah jarak sunyi, sebuah batas tak kasat mata yang terbentur oleh rasa trauma, kepatuhan, dan penyesalan yang dipendam dalam diam. Beberapa menit berlalu dalam senyap, hingga akhirnya Silas meletakkan alat makannya dengan bunyi dentingan pelan di atas piring porselen. Pria itu mengangkat serbet kain, menyapukan pelan ke bibirnya, lalu berdiri dari kursi. Gerakan kecil itu seketika membuat otot-otot Hanaya kembali menegang. Tanpa sadar, sebelah kaki gadis itu bersiap untuk kembali mundur jika pria itu menunjukkan gestur mendekat.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as silent majority translate
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status