Ruang Rindu
“kurang apa ku padamu… cinta menusuk jan-“
“siapa suruh nyanyi?!”
Bentakan Silvi itu membuatku kicep, aku diam dan menikmati kesunyian yang kuciptakan di otakku. Seharusnya aku yang pusing hari itu, saat pengusiran demi pengusiran terjadi padaku berturut-turut, saat kepercayaan orang-orang di sekelilingku mulai meruntuh. Tapi yang terjadi Silvi justru sangat emosional menghadapiku, aku hanya butuh banyak bicara untuk mengabaikan rasa sakitku, mengesampingkan mataku yang memanas hamper menumpahkan laharnya, aku masih diam bebrapa saat, aku mendengar beberapa kali Silvi memanggilku, dan mulutku seketika bisu.
“mau kemana?” Tanya Silvi yang masih kuingat sedikit panik dan ada nada penyesalan, y
Hot Chapters