Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

suaranya nyaris tak terdengar, seperti bisikan yang enggan keluar. Julian tidak menghentikannya. Ia hanya menatap diam, dengan tatapan milik seseorang yang percaya bahwa pada akhirnya semua akan kembali padanya. Silvi berjalan keluar, melewati lorong kantor yang dingin dan sunyi. Lampu di langit-langit terasa terlalu terang, menyilaukan penglihatannya yang mulai buram. Langkahnya tidak punya arah, hanya ingin menjauh. Dari ruangan itu. Dari Julian. Dari semua bisikan lembut yang perlahan-lahan mulai meracuni pikirannya, mengikis pertahanan diri yang tersisa.
103.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 78 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Humming of Death

Humming of Death

Tenggorokannya terasa seperti dicekik kawat berduri, membuatnya tak mampu melanjutkan kalimatnya. Di lorong yang dingin itu, Piero berdiri tanpa bergerak. Beberapa jam lalu Laura masih hidup. Beberapa jam lalu ia masih berharap semuanya bisa diperbaiki. Dan sekarang... Harapan itu hilang begitu saja. Hanya menyisakan keheningan yang terasa jauh lebih menyakitkan daripada teriakan mana pun. __
1.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 53 Beses bilang silent hours
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Malam itu terasa terlalu sunyi bagi Hina. Di luar jendela, bulan hanya separuh, meneteskan cahaya pucat yang menyelinap masuk di antara tirai kamar. Hina berbaring di atas kasurnya, tubuhnya letih setelah semua kejadian aneh yang menimpanya. Kelopak matanya perlahan berat, napasnya berirama pelan… sampai tiba-tiba suara samar itu muncul. Sebuah suara rendah, berat, nyaris seperti desisan angin yang merayap di sudut ruangan.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Gadis Buta milik Mafia Kejam

Gadis Buta milik Mafia Kejam

Tak ada pembelaan kali ini. Zera melangkah ke ambang pintu, berhenti sejenak, lalu mengusap dinding dingin dengan telapak tangannya. “Tempat ini... sunyi. Tapi tidak sepi. Ada suara-suara... bisikan yang cuma bisa didengar ketika kau ditinggalkan terlalu lama.” Shio menoleh dengan ekspresi aneh, tapi diam. Zera menoleh perlahan ke arah Johnny. “Aku belajar banyak di sini. Tentang diam, tentang dingin... tentang kehilangan.”
927 viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Suara dentuman itu diikuti derit logam dan kaca. Mobil berhenti mendadak. Sunyi sesaat. Hanya suara hujan dan detak jantung Selin yang terasa sangat kencang. “Tolong... tolong... ” Napasnya memburu. Tangannya gemetar saat mencoba bergerak. Kepala pusing. Ia meraba dahinya, sedikit perih— darah segar mengalir. Rasa nyeri hebat menyambar. Dunia seketika gelap, lalu kesadaran Selin lenyap.
10720 viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Kebisuan dalam Kedalaman Air

Kebisuan dalam Kedalaman Air

Jiwaku pun perlahan memudar, seiring dengan hilangnya kesadaran Yoga di detik terakhir. Di telingaku, hanya terdengar jeritan histeris Ayah dan Ibu yang merobek kalbu. Aku hanya berharap ... di kehidupan selanjutnya, aku bisa menjalani hidup yang baru dengan tenang dan bahagia.
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 43 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Terang salah satu dari mereka. Tak lama suara kendaraan menjauh dari rumah itu. Dan suara-suara rintihan hanya terdengar oleh gelapnya malam, hingga berlalu pagi. Satu persatu melepaskan nyawanya karena sesak terasa, diiringi tangis yang tak mampu berbuat banyak.
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 172 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Dark White

Dark White

Dark White chapter 03 Sunyi memenuhi ruangan berukuran tiga kali empat yang cukup rapi untuk ukuran kamar laki-laki. Yang terdengar hanya suara papan tombol laptop yang diketik dengan tempo cepat. Hari sudah hampir larut, namun seorang pria masih sibuk dengan tumpukan berkas di dekatnya. Matanya yang sudah minus, memerah karena terlalu lama menatap layar laptop.
105.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 169 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

lirihnya masih bersedih dan berduka atas matinya ibundanya itu. Ada lilin-lilin yang menyala ketika Quesha bersedih, memang kamar itu terbiasa di sihir oleh Quesha untuk bisa menghibur dirinya ketika sedih dan bosan. "Lilin menyala dan lagu-lagu yang membuat aku jauh lebih tenang, tapi sekarang berbeda untuk menghilangkan kesedihan tentang ibunda, sulit untuk aku menghibur diri sendiri." Quesha mematikan lilin dan musik yang menyala otomatis dengan sihirnya, dia menikmati keheningan beberapa saat ketika matanya melihat ke arah foto ibundanya.
104.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 135 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

“Mungkin.” Hening kembali mengisi celah di antara mereka. Tapi kali ini, itu bukan hening yang canggung. Itu adalah hening yang berbicara. Seolah ada sesuatu yang tersampaikan tanpa harus diucapkan. Dan saat akhirnya matahari benar-benar tenggelam di balik horizon, Alana tahu satu hal. Alfa bukan sekadar dingin. Ia adalah teka-teki yang bahkan dirinya sendiri belum bisa pecahkan.
823 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang silent hours
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status