Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TAKLUK DI PELUKANNYA

TAKLUK DI PELUKANNYA

ledakan sunyi itu… anehnya tak menyakitkan. tidak ada api. tidak ada getaran. hanya keheningan yang menusuk tulang—seolah seluruh dunia kehilangan suaranya dalam satu kedipan. auryn berdiri di tengah ruang resonansi yang kini padam. lampu-lampu mati. layar-layar kosong. tapi yang paling aneh... tidak ada alarm darurat yang berbunyi.
988 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as silent war
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Seakan waktu menghentikan semuanya, baik Kafta maupun Nina sama-sama terkunci dalam tatapan mereka sampai suara Bagas mengintrupsi keduanya. "Nina," panggilnya. Nina mengerjapkan matanya. Mengalihkan tatapan pada Bagas yang terlihat begitu sabar untuk seseorang yang sedang patah hati. Ah siapa yang tahu? Pun dengan Nina. Perempuan Dua Puluh Lima tahun itu selamanya tidak akan tahu bagaimana perasaan Bagas. "Halo Kafta," Bagas sedikit menundukan kepalanya untuk menyapa Kafta. Namun seperti biasa, Kafta seolah tak mendengar sapaan itu. Dia sama dinginnya dengan Lima tahun lalu.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as silent war
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Sedikit membingungkan memang, ketika pikiran yang tadinya sangat takut mendadak berubah menjadi bergairah. Lolita siluman terus menjilati leher Hendra dengan liar, bak kobra yang sedang menanti proses menebar racun berbisa. Hendra mendadak sudah tidak tahan lagi, dia langsung berbalik dan siap menerima serangan hangat Lolita berikutnya. Tapi tiba-tiba, di depan pintu kamar mandi, Hendra mendengar suara Aurora dan Axio tampak menjerit menyanyikan sesuatu:
3.5K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as silent war
Read
+Library
Simfoni Tanpa Nada

Simfoni Tanpa Nada

Cahaya pagi yang suram menerobos masuk melalui celah-celah daun di Desa Sukamundur. Suara angin menggetarkan ranting pohon-pohon tua di sekitar desa, menciptakan melodi alami yang selaras dengan ketegangan yang menggantung di udara. Aditya Arya berdiri di tengah aula gedung konser Midanget Sunyata, memandangi piano hitam yang kini terasa seperti jantung dari semua misteri ini. Di sampingnya, Saras duduk di salah satu kursi penonton, mencoba menenangkan dirinya setelah kejadian mengerikan di hutan semalam.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as silent war
Read
+Library
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Kapan dan di mana aku tak tahu. "Konsentrasi pada zikirmu, tidak usah memikirkan sesuatu yang belum bisa kamu temukan jawabannya." gumaman Sopyan yang masih bisa kudengar. Perlahan kesadaranku mulai menghilang dan sukmaku pun melayang pergi. Belum juga pergi jauh, aku tersentak dinginnya tetesan air di wajahku yang mampu membuat kesadaranku kembali.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as silent war
Read
+Library
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Gigi putihnya yang berjajar rapi mengeluarkan suara gemerutuk yang membuat wanita paruh baya di depannya bergidik seketika. “Aku bilang, Aku butuh Dia!” Suara Memet kembali menggelegar, membuat wanita yang bernama Surti itu menutup telinganya. “T—tapi, Den. Ini kan sudah larut malam,” protes Surti pada Memet yang membidik tajam ke arahnya.
5.6K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as silent war
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Walau bertemu di satu titik, tapi tak pernah sejalan. Sena membanting pintu dengan keras hingga Quin bisa mendengarnya. Quin yang sebenarnya sedang kalut, memilih untuk memejamkan mata, berharap bisa terlelap barang sebentar saja. Namun, hal itu jelas sulit, mengingat insomnia parah yang Quin derita sejak kecil.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as silent war
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

Namun, gadis itu memilih untuk menelannya sendiri, membiarkan tenggorokannya mengering dengan napas tercekat. Tidak ada yang menyukai suasana yang terlalu hening seperti ini, seolah membiarkan Fira berspekulasi buruk sendirian. April tak lagi melontarkan kata, barangkali sudah memasuki alam bawah sadar. Kendaraan di luar tak lagi berderu berisik, bahkan angin tak pula bersiul atau riuh hendak menamparkan ranting-ranting ke jendela.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as silent war
Read
+Library
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Kedap suara mobil ini bekerja sempurna, semua teriakan, semua tekanan, semua suara mereka… Lenyap. Hanya tersisa hening. Sunyi yang berat… tapi menenangkan. Aku menghembuskan napas panjang. Untuk pertama kalinya sejak pagi… Aku bisa bernapas. Di luar sana, melalui kaca film gelap, dunia terlihat seperti film tanpa suara. Gerakan mereka masih terlihat. Emosi mereka masih jelas. Tapi tidak lagi menyentuhku.
1019.1K viewsOngoingAdded to Library 746 Times as silent war
Read
+Library
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Nama itu tidak pergi setelah layar ponsel menggelap. Klinik Saint Orla. Kiara berdiri diam di tengah apartemennya, ponsel masih berada dalam genggamannya. Ruangan di sekelilingnya sunyi, terlalu sunyi untuk sesuatu yang baru saja mengguncang bagian terdalam dari ingatannya. Tidak ada suara selain napasnya sendiri yang perlahan ia paksa tetap stabil.
600 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as silent war
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status