Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetangga Perempuan yang Memikat

Tetangga Perempuan yang Memikat

“Tolong … masukkan … di sana sangat gatal hingga rasanya ingin mati. Kak … kamu ….” Di lorong yang remang-remang, jantungku berdegup kencang melihat tetangga cantik dengan wajah memerah itu. Aku mengangkat kaki ingin menghampirinya untuk membantu, tetapi masih sedikit ragu. Detik berikutnya, dia tiba-tiba membuka kedua kakinya ke arahku …. Melihat bagian bawah tubuhnya yang basah dan berantakan, aku tidak bisa lagi mengendalikan diri ….
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Menantu yang Baik

Menantu yang Baik

Aku seorang wanita dengan hasrat seksual yang sangat kuat. Meski tidak melakukan pemeriksaan di rumah sakit, aku tahu kalau diriku pasti kecanduan seks.Terutama pada masa ovulasi, aku harus lakukan setidaknya dua atau tiga kali sehari. Kalau tidak, aku bakal terasa gatal di sekujur tubuh. Awalnya, suamiku yang tinggi dan kuat bisa mengisi kesepian tubuhku. Namun, dia sangat sibuk akhir-akhir ini dan sedang dalam perjalanan bisnis selama lebih dari setengah bulan...
8.8293.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.7K kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Ruang Gelap

Rahasia di Balik Ruang Gelap

Di dalam ruang bioskop pribadi yang remang-remang, ayah tiriku ajak aku nonton film dewasa, katanya ini adalah hadiah untuk tandai kedewasaanku. Lihat adegan di layar, ada seorang pria dan wanita larut dalam kenikmatan, tubuhku mulai terasa gatal dan gelisah. Nggak sadar, aku rapatkan kedua paha yang telah basah, berusaha tahan sensasi seperti aliran listrik yang menggetarkan. Lihat wajahku yang memerah, ayah tiriku mendekat di antara kedua kakiku, lalu tanpa ragu tarik celana dalamku. “Sayang, biar ayah tirimu ini ajarkan kamu gimana jadi wanita seutuhnya. Kamu akan nurut, kan?” katanya pelan. ……
29.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

"Paman, aku gatal sekali. Ayah sedang keluar, tolong garukkan pakai sumpit." Di meja makan itu, putri temanku tampaknya terlalu banyak menyantap tiram. Akibat gejolak hormon yang tidak stabil, gairahnya melonjak drastis. Dia mengenakan rok mini, kedua tungkai kakinya yang mulus terbuka ke arahku, memamerkan celana dalam putih yang menggoda. Sudah bertahun-tahun aku hidup tanpa wanita. Begitu melihat area sensitif gadis muda itu yang sedikit mencekung, darahku langsung berdesir hebat. Aku membuka resleting celana, mengeluarkan milikku, lalu menggoyangkannya di hadapannya. "Apa enaknya pakai sumpit? Pakai punyaku saja untuk menggaruknya."
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Rahasia Bibi

Rahasia Bibi

"Keponakan yang baik, tolong unduh beberapa film seru untukku. Aku sangat kesepian malam ini." Larut malam, bibiku tiba-tiba membuka pintu kamar tidurku. Dengan hanya mengenakan pakaian dalam seksi, memperlihatkan payudaranya yang penuh. Membuat aku yang sedang klimaks memuaskan diri, terkejut hingga refleks menarik selimut. "Bibi, kenapa Bibi masuk tanpa mengetuk?" Wajah Bibi memerah. "Aku lagi gatal banget. Pamanmu yang nggak berguna itu sama sekali nggak bisa memuaskanku." "Cepat carikan aku beberapa film seru, aku puaskan sendiri." Aku menyentuh alat kelaminku yang keras, berkata sambil menyeringai, "Gimana kalau aku yang bantu Bibi?"
14.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Sentuhan Malam Tante Tersayang

Sentuhan Malam Tante Tersayang

"Aldo, kamu punya film dewasa nggak? Malam ini aku kesepian banget sampai rasanya tersiksa." Tengah malam itu, tante mendorong pintu kamar tidurku. Dia mengenakan pakaian dalam seksi yang memamerkan lekuk tubuh padat dan kulit putih mulusnya. Aku yang sedang memakai stokingnya untuk memuaskan diri langsung kaget, lalu segera menutupi tubuh menggunakan selimut. "Tante, kok masuk nggak ketuk pintu dulu sih?" Wajahnya memerah. "Aku gatal nggak karuan, om kamu yang payah itu sama sekali nggak bisa muasin aku." "Cepat cariin aku beberapa film yang lebih merangsang, aku mau beresin sendiri." Aku meraba milikku yang sudah mengeras, lalu menjawab sambil terkekeh, "Gimana kalau aku aja yang bantu nyelesain?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya

Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya

"Om, Om punya barang yang panjang dan keras nggak? Boleh pinjam buat pakai bentar ...." Saat sedang piknik bersama putriku, tiba-tiba sahabatnya menghampiriku dengan wajah yang memerah dan meminta benda seperti itu. Dia duduk di atas rumput menghadap ke arahku, lalu kedua kakinya tiba-tiba terbuka lebar. "Di dalam rumput ada serangga yang masuk ke dalam rokku, gatal banget .... Om punya tongkat nggak? Bantuin garuk dong." Melihat tubuhnya yang berisi dan menggoda serta paha yang putih mulus, darahku langsung berdesir hebat. Selagi putriku tidak memperhatikan, aku segera melorotkan celana. "Pakai tongkat mana enak. Om punya yang lebih mantap di sini." ....
780 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Sejak Kehadiran Pelakor...

Sejak Kehadiran Pelakor...

Ayah membawaku ke sebuah pesta yang diadakan oleh seorang bibi. Saat makan kue, aku tanpa sengaja memakan ceri yang ada di lapisan tengahnya, lalu segera memuntahkannya. Karena dulu pernah mengalami alergi parah sampai seluruh tubuhku merah dan hampir meninggal, aku masih mengingat rasa itu dengan sangat jelas meskipun usiaku waktu itu masih kecil. Namun, bibi itu terlihat sangat kecewa dan berkata, "Seperti tradisi saat Imlek, kalau menemukan koin di dalam pangsit itu berarti membawa keberuntungan. Aku sengaja menyembunyikan ceri di dalam kue ini. Tapi ternyata Keenan nggak menghargainya." Ayah tidak mau mendengar penjelasanku dan langsung mengusirku keluar untuk berdiri di halaman sebagai hukuman. Aku selalu mendengar Ibu berkata bahwa akhir-akhir ini suhu sangat panas dan aku harus tetap berada di dalam rumah. Ternyata, cuaca memang panas sekali! Tubuhku mulai terasa sangat gatal dan aku merasa sulit bernapas. Aku ingin mencari Ayah, tetapi tidak peduli seberapa keras aku mengetuk pintu, Ayah tetap tidak mau membukakannya. Melalui jendela kaca yang besar, aku bisa melihat Ayah hanya melirik ke arahku dengan tatapan dingin dari dalam rumah. Dia benar-benar tidak mau membukakan pintu untukku.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai silit gatal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status