Terjebak Gairah Siluman
Geraman kepuasan siluman itu sontak berubah menjadi lolongan kesakitan yang memilukan.
"Aghhh! S-sakit! Apa ini?! Panas! Panas sekali!" teriak siluman itu, tubuhnya mengejang hebat di belakang Wulan. Wajahnya memucat di tengah kabut yang mengental.
Dua siluman lainnya membelalak. "Kakak!" seru siluman kurus, hendak mendekat.
Namun, saat kakinya baru menyentuh batas kabut ungu itu, sebuah dorongan tak terlihat menghantamnya keras, melontarkannya hingga menabrak dinding daging. Ia merosot lemas, batuk-batuk.