ENAK, PAK DOSEN!
OTHOR CENTILenak masenaknya kontol papakena akudan sebenarnya aku tak diam
Tanpa menunggu jawaban atau persetujuan dari bibir Ara yang masih gemetar, Sagara mulai bergerak secara konstan.
Ia menarik, memajukan, memundurkan, lalu memberikan hentakan-hentakan pelan yang sangat presisi, seolah sedang memetakan setiap titik sensitif di dalam sana.
“Ssssh. Sakit, Gar. Ini mau pipis ihhh …,” keluh Ara lirih. Suaranya sudah tidak lagi mengandung kemarahan, melainkan sisa-sisa perlawanan yang mulai luntur.
人気のチャプター